Gubernur Ajak Milenial Minang Amalkan Nilai ABS-SBK Sejak Dini

28

Nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus diajarkan sejak dini kepada generasi muda atau milenial Sumbar sehingga melekat dalam pikiran dan akhirnya menjadi perilaku dan karakter dalam keseharian.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi Ansharullah saat membuka Bimbingan Teknis Pengamalan ABS-SBK Bagi Generasi Muda, di Aula Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Jumat (9/7/2021) malam.

“Kegiatan bimtek ini sangat penting sebagai salah satu wujud pelestarian adat dan budaya Minang. ABS-SBK itu harus melekat dalam pikiran dan sikap sehari-sehari, harus menjadi perilaku dan karakter. Jangan sampai nanti orang luar lebih Minang pula dari kita. Kita harus bangga jadi orang Minang,” pesan Mahyeldi kepada para peserta.

Gubernur juga memotivasi para peserta dengan fakta-fakta sejarah bahwa kontribusi orang Minang pada bangsa ini sangatlah besar dengan sumbangan pemikiran, perjuangan dan pengorbanan melalui sedikitnya 2 ribu tokoh nasional asal Minang yang mewarnai eksistensi bangsa ini.

“Jumlah orang Minang cuma tiga persen, tapi kontribusinya untuk bangsa ini paling besar melalui tidak kurang dari 2 ribu tokoh-tokoh nasional. Semua ini muncul dari pelestarian adat dan budaya di Nagari. Walaupun nagari itu kecil, tapi pemikirannya jauh lebih besar. Sangat banyak kearifan lokal yang tumbuh di nagari. Nagari menjaga dan merawat nilai2 yang ada di nagari itu sendiri,” jelas  Mahyeldi.

Baca Juga:   Barlius: PPDB Juni 2022, Sistem Zonasi Dekatkan Siswa dengan Sekolah

Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari itu diikuti 50 orang generasi milenial asal Agam dan Bukittinggi mengusung tema “Peran Generasi Milenial Dalam Pelestarian Adat dan Budaya Minangkabau”

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti, menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam upaya percepatan pencapaian visi misi gubernur, dengan meningkatkan pemahaman terhadap ABS-SBK, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap ABS-SBK di kalangan generasi muda di era globalisasi saat ini. Karena itu kita menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk menggali potensi generasi muda dan di akhir acara nanti peserta juga diminta menulis artikel tentang kebudayaan,” ujar Gemala Ranti.

Narasumber di antaranya Ismunandi Sofyan tentang potensi generasi muda Minang. Juga hadir Angku Yus Dt. Perpatiah, Mak Katik, serta akademisi Dr. Zainal Arifin dan Dalmenda Dt. Pamuntjak Alam.

Sementara itu, Bupati Agam Andri Warman, mengapresiasi kegiatan bimtek ini karena selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Agam, di antaranya pengembangan potensi generasi muda dari sisi adat, budaya dan agama.

“Ikuti bimtek dengan serius dan hasil bimtek ini akan jadi bekal Anda di masa mendatang. Minimal bisa berpantun, tidak seperti saya, hidup lama di rantau, tak pandai berpantun,” katanya berseloroh.(rel)