Diduga Terpapar Covid-19, Warga Pasbar Meninggal

Ilustrasi Covid-19. (INTERNET)

Diduga terinfeksi Covid-19, seorang sopir pengangkut gas elpiji dilaporkan meninggal saat melintas di Kabupaten Agam.

Melaju dari Kota Padang menuju Kabupaten Pasaman Barat, sopir tersebut mendadak kejang-kejang disertai sesak nafas hingga meninggal di sebuah klinik swasta di kawasan Tanjungmutiara, Jumat malam (8/5).

Informasi yang dirangkum Padang Ekspres, pasien tersebut berinisial MP, 46, warga Kabupaten Pasaman Barat. Mengemudikan truk berisi gas elpiji.

Saat melintas di kawasan Tanjungmutiara, MP dilaporkan mendadak pusing dan memeriksakan diri ke sebuah klinik di wilayah sekitar. Saat mampir di klinik itu, petugas medis yang melihat gejala mirip Covid-19 tidak berani langsung mendekati pasien tersebut.

Kasi Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Umum (Trantibum) Kecamatan Tanjungmutiara, Weri Ikhwan menyebut, petugas klinik tidak berani memeriksa pasien tersebut karena tidak memiliki stok APD.

“Setelah klinik mendapatkan APD pinjaman dari Puskesmas Tiku, pasien baru dapat diperiksa. Saat itu pasien dinyatakan sudah meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (9/5).

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan juga membenarkan peristiwa itu. Kejadian awal diperkirakan berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB.

Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh petugas klinik, pasien tersebut diantarkan ke RSUD Lubukbasung menggunakan ambulans Puskesmas Tiku.

“Benar, tetapi bukan warga Agam melainkan Warga Pasaman Barat. Malam itu meninggal di klinik langsung dibawa ke RSUD Lubukbasung. Esok paginya sudah diantarkan langsung untuk dimakamkan,” sebutnya.

Informasi lainnya, pihak RSUD Lubukbasung sudah mengambil sampel swab dan mengirimnya ke Laboratorium Unand untuk memastikan penyebab kematian pasien.

Pemerintah Kecamatan Tanjungmutiara bersama Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Agam juga langsung melakukan penyemprotan disinfektan di klinik swasta yang disinggahi pasien tersebut. (p)