Jembatan Diperbaiki, Mahyeldi ke Masjid Naik Motor, Pulang Jalan Kaki

80
Calon Gubernur Sumbar, Mahyeldi berboncengan untuk mengunjungi masyarakat di daerah yang aksesnya masih terbatas. ist

Keterbatasan tak menghalangi Calon Gubernur Sumbar nomor urut 4, Mahyeldi untuk menyambangi masyarakat di pelosok daerah. Di sela-sela berkunjung ke Nagari Tiku V Jorong, Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Mahyeldi tak sungkan berboncengan sepeda motor.

Mahyeldi mengunjungi Tiku pada Jumat lalu. Sosok yang dikenal sebagai buya ini didapuk menjadi khatib Jum’at di Masjid Mazra’atul Akhirah.

Lokasi masjid yang berada di seberang muara. Karena pada saat itu sedang dilaksanakan pembangunan jembatan Muaro Putuih, lokasi masjid tak bisa dituju dengan kendaraan roda empat.

Menaiki sepeda motor ke lokasi masjid tidaklah gampang. Selain melewati jalan tanah, Mahyeldi juga mesti meniti jembatan darurat dari kayu yang membelah Muaro Putuih. Jembatan darurat itu sendiri tak lebar, sehingga mesti ekstra hati-hati melewatinya. Sementara, Muaro Putuih sendiri terkenal banyak terdapat buaya muara.

Mahyeldi tetap bersemangat berjumpa dengan masyarakat. Di Masjid Mazra’atul Akhirah, Mahyeldi menyampaikan khutbah dengan lancar. Dalam khutbahnya, Mahyeldi menyampaikan tentang menjadi orang sukses di dunia dan akhirat.

Menurut Mahyeldi, ada tiga hal yang mesti dimiliki untuk menjadi orang sukses di dunia dan akhirat. Yaitu, dengan memperteguh iman, memelihara persatuan, dan siapkan generasi penerus.

Selesai menjadi khatib Jum’at, Mahyeldi kembali menuju mobil tanpa berboncengan sepeda motor. Mahyeldi malah berjalan kaki melewati jalan tanah dan jembatan darurat.

Baca Juga:  Light Up The Dream, Donasi Pegawai Listriki Warga Kurang Mampu

Dengan berjalan kaki, Mahyeldi bisa melihat lebih dekat infrastruktur yang ada. Mahyeldi bisa merasakan langsung kesulitan masyarakat dengan infrastruktur yang masih terbatas.

Jembatan Muaro Putuih kondisinya masih sangat memprihatinkan. Padahal, jembatan ini sangat penting bagi perekonomian masyarakat karena menghubungkan pemukiman dengan perkebunan milik warga. Saat ini, jembatan Muaro Putuih dalam proses pembangunan. Mahyeldi sangat mendukung pembangunan infrastruktur untuk masyarakat ini.

Jembatan di Pitameh Kota Padang

Bukan kali ini saja perhatian itu diperlihatkannya. Sebagai Walikota Padang, Mahyeldi sangat memperhatikan pembangunan infrastruktur di daerah pinggiran.

Salah satunya, pembangunan jembatan di Pitameh Kota Padang. Masyarakat meminta pembangunan jembatan gantung untuk memudahkan akses dan mobilitas. Mahyeldi langsung menjawab harapan masyarakat. Jembatan pun dibangun. Mahyeldi menjawab harapan masyarakat melebihi ekspektasi. Bukan hanya jembatan gantung, Mahyeldi membangun jembatan permanen di Pitameh. Jembatan yang bisa dilewati oleh kendaraan roda empat.

Jembatan Pitameh tak hanya membantu akses masyarakat, tapi juga mendongkrak perekonomian mereka. “Buya ko iyo lah. Kami minta jembatan buai, eh malah dibuekan jembatan nan rancak bana,” ujar Wan, warga Pitameh.(*)