Tak Dapat Bantuan, Warga Datangi Kantor Walnag Lubukbasung

Ilustrasi bantuan. (INTERNET)

Puluhan warga di kenagarian Lubukbasung, Kabupaten Agam, menyerbu kantor nagari setempat, Senin (11/5). Mereka melancarkan aksi protes ke pihak pemerintah nagari sebagai buntut rasa kecewa tidak mendapat bantuan sosial dampak Covid-19.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, sedikitnya ada sekitar 50-an orang massa yang protes kemarin siang sekitar pukul 12.00. Mereka berhasil dibubarkan selang 1,5 jam kemudian usai mendengar penjelasan terkait mekanisme dan jenis bantuan yang digulirkan pemerintah dalam penanganan wabah saat ini.

Camat Lubukbasung, Harmezi mengaku, aksi damai warga tersebut dipicu rasa kecewa karena tidak masuk dalam daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Sumbar yang sedang digulirkan. Mereka mempertanyakan kenapa nama-nama mereka tidak tercatat sebagai penerima bantuan tersebut.

“Mereka mempertanyakan kejelasan data penerima BLT tersebut. Sekaligus mempertanyakan kenapa nama-nama mereka tidak masuk sebagai penerima bantuan itu,” katanya Harmezi, kemarin.

Dijelaskan, BLT Provinsi di wilayah Lubukbasung sudah mulai disalurkan saat ini. Memang, katanya, tidak semua warga di wilayah itu mendapat program bantuan sosial dampak Covid-19 dari Provinsi itu.

Namun demikian, pihaknya tetap mengupayakan agar penyaluran bantuan sosial di masa pandemi saat ini dapat tersalur merata dan tepat sasaran. Setidaknya akan ada sejumlah pos bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai sasaran pemerataan bantuan tersebut.

“Kan ada beberapa program bantuan sosial yang digagas pemerintah untuk warga di masa pandemi ini. Mulai dari bantuan Kementerian Sosial, BLT Provinsi, Kabupaten, hingga BLT dari Dana Desa. Kuncinya bersabar, maka semua akan diupayakan dapat,” paparnya.

Dirinya menggaransi, mereka yang layak dan masuk kriteria penerima bantuan sosial dampak Covid-19 di Lubukbasung, akan dibantu. Hanya saja, dalam prosesnya mesti mengikuti tahapan penyaluran bantuan.

Di Nagari Lubukbasung sendiri, katanya, tercatat sebanyak 500 Kepala Keluarga penerima BLT Provinsi. Untuk bantuan Kementerian Sosial mencapai 1.100 Kepala Keluarga. Jika masih ada warga yang belum terdaftar tapi layak, selanjutnya akan diakomodir lewat bantuan BLT dana nagari.

“Nah, mereka yang protes ini tidak menerima BLT Provinsi, bisa jadi tercatat sebagai penerima bantuan dari Kemensos. Jika tidak, maka akan disisir lewat bantuan dana nagari nantinya. Jadi harap sabar,” tegas Harmezi. (p)