Polsek-Satpol PP Bubarkan Resepsi

28
ilustrasi. (net)

Aparat kepolisian dari Polsek Lubukbasung dan Polres Agam dibantu personel Satpol PP daerah itu membubarkan acara resepsi pernikahan salah seorang warga, Sabtu (10/10). Pembubaran dilakukan karena resepsi itu mengabaikan imbauan untuk tidak menggelar acara keramaian di tengah pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Hajatan pernikahan yang dibubarkan berlangsung di kompleks Tiara, Simpang 3 Lubukbasung. Operasi dipimpin langsung Kabag Ops Polres Agam, AKP Antoni Dachi didampingi Kapolsek Lubukbasung, IPTU Jhon Henriks.

”Ini perintah, jelas bahwa tidak ada resepsi pernikahan selama daerah dengan Satgas Covid-19 melakukan penanganan dan pencegahan virus korona,” sambung IPTU Jhon Henriks.

Menurutnya, resepsi pernikahan merupakan kategori perkumpulan atau kerumunan orang yang untuk sementara seharusnya ditiadakan demi mencegah penularan Covid-19. Terlebih di Lubukbasung yang merupakan wilayah dengan angka warga terkonfirmasi yang cukup tinggi.

”Karena di Lubukbasung Covid-19 masih mewabah bahkan terus menunjukkan peningkatan, maka kegiatan resepsi pernikahan ini harus dihentikan demi pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Dikatakannya, pembubaran resepsi pernikahan tersebut sesuai imbauan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19 sampai situasi dan kondisi benar-benar membaik. ”Ini sesuai instruksi Kapolres Agam, bahwa di tengah pandemi Covid-19 tidak boleh diadakan kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya masyarakat untuk sementara waktu ini,” tutur Kapolsek.

Baca Juga:  Puluhan Pelanggar Prokes Terjaring Operasi Yustisi Perdana

Apalagi imbuhnya, penyelenggara resepsi pernikahan notabene orang kesehatan. Pihaknya menilai, jika tidak dibubarkan, akan menjadi pemantik bagi masyarakat umum. ”Kita khawatir, ini menjadi trigger, apalagi yang melanggarnya notabene orang yang paham kesehatan,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau warga untuk tetap mematuhi protokoler kesehatan Covid-19 dengan menerapkan 4 M berupa memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian. Ini harus dilakukan agar tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Agam, khususnya di Lubukbasung.

Sementara itu, Ketua Harian GTP2 Covid-19 Agam, Martiaswanto Dt Maruhun mengatakan, aturan tentang peniadaan pesta pernikahan sudah dikeluarkan jauh sebelum Agam ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Pemkab Agam telah mengeluarkan instruksi larangan pelaksanaan pesta perkawinan dan hiburan atau panggung terbuka.

Kebijakan itu berlaku sejak 31 Agustus ini sesuai Instruksi Bupati Agam Nomor 3 Tahun 2020. Sampai saat ini, katanya, warga yang hendak menunaikan kewajiban menikah hanya diperbolehkan menggelar akad.

Sementara untuk resepsi belum dapat digelar. ”Jika masih melaksanakan pesta pernikahan, konsekuensinya ya dibubarkan. Kita tetap memperbolehkan prosesi akad nikah asalkan tetap sesuai aturan, namun pestanya tidak boleh,” jelasnya.(p)