Petani di Agam Meninggal di Sawah, Dicurigai Akibat Covid-19

Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi salah satu rumah sakit rujukan dalam penanganan pasien Covid-19 di Sumbar. (Foto: ist)

Edi Warman, 55, seorang petani di Kabupaten Agam, ditemukan tergeletak tidak bernyawa di areal persawahan miliknya, Selasa (12/5). Proses evakuasi jasad warga Jorong Tanjungmedan, Nagari Biarogadang itu ditangani Tim Gugus Tugas Covid-19 daerah tersebut.

Dihubungi Padang Ekspres, Kapolsek IV Angkek Candung, AKP Purwanta menyebutkan, penemuan mayat itu berlokasi di kawasan persawahan pintu angin, persisnya di Jorong Tanjungmedan, Nagari Biarogadang. Masyarakat setempat yang waspada tidak berani langsung mengevakuasi korban hingga akhirnya dijemput oleh Tim Gugus Tugas Covid-19.

“Dari keterangan sejumlah saksi korban siang harinya, sekitar pukul 13.00 WIB, korban masih terlihat bekerja memotong jerami di sawahnya. Sekitar pukul 16.30 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas AKP Purwanta.

Hingga waktu berbuka puasa, jenazah masih dibiarkan tergeletak di tengah sawah tersebut. Kapolsek membeberkan, pihak keluarga awalnya meminta jenazah diizinkan untuk dibawa pulang dan dimakamkan seperti biasa.

“Tadinya pihak keluarga berharap jenazah bisa langsung dibawa pulang. Karena situasi di tengah pandemi sejumlah tokoh masyarakat menyarankan ditempuh protokol Covid-19,” sebutnya.

Setelah mendapat persetujuan pihak keluarga, Tim Gugus Tugas Covid-19 dibantu petugas medis setempat kemudian mengevakuasi jenazah korban dan dibawa ke RSAM Bukittinggi. “Sudah dibawa ke RSAM Bukittinggi oleh petugas medis yang menggunakan APD lengkap,” pungkas Purwanta.

Terpisah, Humas RSAM Bukittinggi, Murshalman Chaniago mengakui, pihaknya telah menerima jenazah tersebut dan disimpan di ruang forensik. Selanjutnya, jenazah akan diambil swab karena dicurigai memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemi Covid-19.

“Jenazah sampai di RSAM Bukittinggi sekitar pukul 19.30 WIB. Diterima langsung oleh petugas medis dengan memakai APD. Kemungkinan besok (hari ini, red) akan diambil swab-nya dan diselenggarakan pemulsarannya sesuai protokol Covid-19,” ucapnya. (p)