86 Ha Sawah Diserang Hama Tikus, Petani Agam Gagal Panen!

16
Ilustrasi.(NET)

Puluhan hektare sawah petani di Kecamatan Tilatangkamang dan Kamangmagek, Kabupaten Agam mengalami fuso atau gagal panen akibat diserang hama tikus. Kondisi ini dialami petani dua kali musim panen.

Nasib pilu itu dialami beberapa kelompok tani di Nagari Kamangmudiak dan Kototangah. Perangkat Pemerintah Nagari Kamangmudiak, Rahman menyebut, hama tikus sudah banyak merusak tanaman padi petani di nagari itu.

“Setidaknya ada puluhan hektare tanaman padi yang tersebar di berbagai lokasi diserang Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tikus bahkan sampai ke nagari Kototangah Kecamatan Tilatangkamang,” katanya kepada Padang Ekspres, kemarin (12/7).

Ia menambahkan, hama tikus ini hanya menyerang areal persawahan di kawasan Jorong Durian dan Aiatabik, kemudian terus merambat ke sawah di tempat lain. Menurutnya, serangan hama tikus sudah terjadi hampir satu tahun terakhir.

Hal senada juga diungkapkan Wirda, petani di Jorong Ladangtibarau, Nagari Kototangah, Kecamatan Tilatangkamang. Menurutnya, bisa dikatakan tidak ada padi yang bisa dipanen.

“Hama tikus sudah merusak padi semenjak dari usia muda hingga berbuah. Sawah di sini luas-luas, namun sudah banyak yang rusak, untuk Nagari Kototangah bisa dikatakan banyak yang tidak bisa panen. Kami berharap ada upaya dari pemerintah daerah untuk penanggulangan hama,” keluhnya.

Baca Juga:  Gratis Biaya Penyambungan, PLN Listriki Kompleks Talago Lubukbasung

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Agam Afniwirman mengaku, pihaknya sudah menurunkan petugas untuk melakukan pendataan, termasuk merumuskan langkah-langkah penanggulangan hama tikus yang menyerang sawah petani di Kecamatan Kamangmagek dan Tilatangkamang itu.

“Kabid Tanaman Pangan Distan Agam terus berkoordinasi dengan petugas Pengendalian OPT lapangan untuk penanganan hama tikus di Tilatangkamang dan Kamangmagek itu. Rencananya akhir pekan atau Sabtu dan Minggu nanti akan dilakukan gerakan pengendalian hama,” kata Afniwirman.

Berdasarkan laporan petugas POPT lanjutnya, luasan areal sawah yang terdampak serangan hama mencapai 86 hektar. Serangan hama ditemukan pada hamparan sawah sejumlah kelompok tani seperti Keltan Mapansa Madani, Tunas Aman dan Batu Bajak.

Tingkat serangan hama saat ini rata-rata 27,5 persen pada umur tanaman 3 sampai 45 hari setelah tanam (HST). Sedangkan luas lahan padi yang panen mencapai 36 hektar.

“Agar tidak meluas, petugas akan segera melakukan penanganan menggunakan sarana pengendalian hama racun tikus semacam petrocum, belerang, broncus dan solder,” ujarnya.

Diketahui, hama tikus memang menjadi masalah klasik yang tiap tahun memusingkan kepala petani di daerah itu. Berdasarkan catatan Padang Ekspres, pada 2021 jumlah serangan hama tikus di Agam seluas 74,15 hektare. (ptr)