Dorong Pegawai Lanjutkan Pendidikan

6
DIBAHAS: Bupati Agam Andri Warman saat rakor bersama pejabat struktural Disdikbud Agam, Kamis (12/8).(IST)

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu strategi yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Agam dalam rangka mewujudkan kabupaten itu menjadi lebih maju dan sejahtera. Pengembangan SDM sendiri harus ditopang dengan penyelenggaraan layanan pendidikan yang optimal.

Hal itu merupakan benang merah yang disampaikan Bupati Agam Andri Warman, saat melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama pejabat struktural Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, Kamis (12/8).

Dalam rakor itu, bupati membahas seputar upaya peningkatan SDM di wilayah administratifnya. Menurutnya, Disdikbud menjadi stakeholder yang mempunyai peran penting dalam upaya pengembangan kapasitas SDM, khususnya di sektor pendidikan.

“Salah satu visi misi daerah adalah mewujudkan Kabupaten Agam menjadi lebih maju. Bicara kemajuan kita harus membicarakan SDM, bicara SDM kita tidak bisa lepas dari sektor pendidikan,” ujar bupati.

Di struktur pemerintahan pun sambung bupati, Disdikbud merupakan Organisasi Pemerintahan Daerah (OPD) yang memiliki paling banyak personel atau SDM. Sehingga, pihaknya menjadikan sektor pendidikan sebagai salah prioritas pembangunan.

Sebagai upaya pengembangan SDM, Bupati Agam mendorong Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk melanjutkan pendidikan setingkat lebih tinggi. Menurutnya pendidkan penyelenggara pemerintahan akan berpengaruh terhadap kinerja pelayanan publik.

“Untuk mewujudkan itu, Pemkab Agam sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Mari bapak-ibuk ayo lanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” ucapnya.

Selain itu, pada rakor yang dipimpin Isra, Kadisdikbud Agam itu, Andri Warman juga menginstruksikan untuk melakukan penyegaran di satuan pendidikan, mulai PAUD, SD hingga SMP. Bupati meminta jabatan kepala sekolah yang kosong untuk segera diisi.

“Kemudian juga struktural di Disdikbud yang kosong akan segera kita isi, seperti posisi sekretatris dinas, kabid dan kasi,” ujarnya didampingi Kepala BKPSDM Agam, Budi Prawira Negara.

Bupati berharap Disdikbud juga dapat menjadi salah satu ujung tombak yang menyokong program prioritas di bidang pendidikan. Untuk itu, pihaknya berharap terjalin sinergitas dalam menjalankan fungsi pelayanan di bidang pendidikan.

Baca Juga:  Lagi Asyik Pesta Sabu di Bengkel, 3 Warga Agam Ditangkap!

“Karena latarbelakang saya seorang guru, maka dinas ini yang paling pertama saya sambangi setelah dilantik. Karena saya meyakini pendidikan harus menjadi prioritas demi mewujudkan Agam lebih maju. Untuk itu ayo saling bersinergi, dan berikan pelayanan terbaik,” ujar bupati.

Fokus 6 Bidang SDM

Rencana aksi pengembangan SDM yang diprogramkan Pemkab Agam dari 2022-2024 fokus pada enam bidang prioritas. Secara keseluruhan rencana itu untuk mendukung potensi daerah dan visi misi kepala daerah.

Enam bidang itu dipaparkan Bupati Agam Andri Warman di hadapan petinggi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri. Sebelum rakor bersama Disdikbud Agam, bupati sempat mengikuti pembekalan kepemimpinan pemerintah dalam negeri bagi bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota secara virtual, kemarin.

Dikatakan, enam bidang pengembangan SDM itu yakni pendidikan agama, adat istiadat, penguasaan bahasa Inggris, SDM pariwisata, pertanian dan UMKM. Bidang-bidang ini dinilai mendapat persentase pertumbuhan anggaran yang lebih besar, dari bidang urusan lain setiap tahunnya hingga 2024.

“Untuk pengembangan SDM 2022 saja, kami (Pemkab Agam, red) telah merencanakan anggaran sebesar Rp 30,7 miliar lebih,” papar bupati.

Rencana aksi pengembangan SDM yang dipaparkan itu, diapresiasi langsung oleh BPSDM Kemendagri. Apresiasi ini disampaikan karena Bupati Agam telah menyusun pengembangan SDM berdasarkan prioritas dan potensi di daerah.

Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri BPSDM Kemendagri, Rochayati Basra menyebut, penyusunan pengembangan SDM berdasarkan prioritas dan potensi daerah sangat penting, karena selama ini pemerintah daerah lebih cenderung pada pengembangan SDM non teknis. “Khusus Kabupaten Agam, untuk pengembangan enam bidang SDM ini sudah tepat sekali,” tuturnya.(ptr)