Gempa 5,3 SR Guncang Agam, Getaran Dirasakan di Enam Daerah

11
ilustrasi gempa.(IST)

Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Agam dan sekitarnya, Minggu (12/9) sekitar pukul 16.02. Getaran gempa membuat sejumlah warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Gempa juga dirasakan di sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar.

Depit, warga Lubukbasung merasakan getaran cukup di kediamannya. Spontan ia dan seluruh keluarga penghuni rumah langsung berlarian menyelamatkan diri ke luar. “Getarannya cukup kuat. Namun hanya sebentar, beberapa detik saja. Semoga tidak ada susulannya,” harapnya.

Guncangan gempa yang kuat juga dirasakan warga di sepanjang Pantai Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara. Meski membuat panik warga, namun tidak sampai menimbulkan dampak apa pun, seperti kerusakan bangunan dan lainnya.

“Informasi dari kawan-kawan kepala jorong dan sejumlah masyarakat di sepanjang Pantai Tiku, getaran gempa dirasakan memang agak kuat. Untuk dampak kerusakan, belum ada saya dengar dan semoga tidak ada,”  kata Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanjungmutiara, Weri Ikhwan.

Pria yang saat ini juga menjabat Pj. Wali Nagari Tiku Selatan itu menambahkan, sejumlah alat pendeteksi dini bahaya atau Early Warning System (EWS) tsunami di sepanjang Pantai Tiku juga tidak terdengar berbunyi.

Setidaknya, kata Weri, enam dari sembilan unit EWS yang terpasang di sepanjang Pantai Tiku diyakini masih berfungsi untuk mendeteksi berbagai gejala alam yang kemungkinan dapat menyebabkan gelombang tinggi bahkan bencana tsunami. “Artinya, gempa yang terjadi sore ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Namun demikian, kita minta masyarakat untuk selalu waspada. Untuk EWS, kalau tidak salah ada enam alat masih berfungsi. Tiga lainnya tidak, termasuk satu alat EWS dari BMKG yang sudah rusak sejak 11 bulan belakangan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik andai terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar. Masyarakat diminta agar lari keluar rumah menuju titik evakuasi mengikuti jalur-jalur yang sudah ditentukan.

Baca Juga:  Implementasi Biblioterapi Tingkatkan Minat Baca

Soal gempa jelasnya, masyarakat Pantai Tiku sudah sering merasakan. Beberapa kali warga sudah mengikuti simulasi mitigasi bencana. Pemerintah pun juga sudah menyiapkan titik evakuasi bencana. Jalur-jalur evakuasi sudah dibagi untuk mengurai kepadatan masyarakat dalam proses menyelamatkan diri.

“Di sepanjang Pantai Tiku, ada sekitar 5 ribu jiwa dan akan lambat jika hanya mengandalkan satu jalur evakuasi. Jadi, blok-bloknya sudah dibagi dan warga diimbau untuk mengikuti. Kita harap warga tidak lupa bagaimana langkah mitigasi menghadapi kejadian gempa,” katanya.

Selain di Agam dan sekitarnya, getaran juga dirasakan hingga ke sejumlah kabupaten/kota di Sumbar, yakni di Kota Padang, Bukittinggi, Pesisir Selatan, Solok dan Padangpanjang. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,2.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,5° LS ; 99,69° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 42 km arah Barat Daya Lubukbasung, Kabupaten Agam pada kedalaman 57 km. Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Australia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik mendatar (oblique thrust fault). Hasil monitoring lanjutan oleh BMKG pukul 16.30 belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG sendiri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat direkomendasikan menghindari bangunan retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” demikian pernyataan resmi Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dari Jakarta. (ptr)