Kebakaran Hanguskan Gubuk Nazir, Warga Halalang Tewas Terpanggang

15
ilustrasi. (shutterstock)

Nasib nahas dialami seorang pria lansia yang tinggal sebatang kara di Jorong Halalang, Nagari Kamangmudiak, Kabupaten Agam. Pria bernama Nazir berusia 85 tahun itu meninggal akibat kebakaran yang menghanguskan gubuk kayu milliknya, Senin (12/4) malam.

Informasi yang dirangkum Padang Ekspres, api menyambar kediaman korban sekitar pukul 23.30. Banyak warga sekitar sudah terlelap selepas pelaksanaan Shalat Tarawih, sehingga pemadaman api sedikit terlambat. ”Rumah korban tidak menggunakan listrik, melainkan menggunakan lampu teplok yang berbahan bakar minyak tanah,” ujar Malin, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.

”Saya bersama warga lainnya baru menyadari adanya kebakaran ketika api sudah membesar. Korban tidak terselamatkan karena kobaran api yang cepat menjalar di rumah kayu ini,” katanya.

Terpisah, Wali Jorong Halalang, Desmon menjelaskan, korban tinggal di rumah kayu yang belum teraliri listrik tersebut sendirian. ”Biasanya korban tinggal bersama keponakannya di Nagari Batagak, tetapi sebulan terakhir ini memilih tinggal sendirian di rumah kayu ini,” kata Desmon.

Camat Kamangmagek, Rio Eka Putra juga membenarkan insiden tersebut. Dikatakan, korban tidak memiliki anak dan istri, serta tinggal sendirian di rumah itu. ”Saat kejadian, korban terjebak di dalam rumah. Karena struktur bangunan rumah dari kayu, api dengan cepat membesar dan korban tidak dapat diselamatkan,” kata Rio, Selasa (13/4).

Dijelaskannya, kebakaran itu kali pertama diketahui oleh warga tetangga korban saat api sudah menyala besar. Lokasi rumah korban yang biasa dipanggil Muncak Talua itu katanya, memang agak berjarak dengan rumah warga lainnya, sehingga membuat upaya pertolongan pertama sedikit memakan waktu.

Semula katanya, warga sudah sempat memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api. Namun kondisi api yang besar sudah sangat sulit dikendalikan dan dengan begitu cepat menghanguskan rumah itu.

Baca Juga:  Dua Petak Toko Bangunan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 1 Miliar

Api baru berhasil dipadamkan sekitar 1 jam kemudian dengan bantuan empat unit armada pemadam kebakaran. Tiga unit dari Damkar Agam dan satu unit dari Kota Bukittinggi. ”Setelah api padam, jasad korban langsung dievakuasi. Atas permintaan keluarga, jenazah langsung dimakamkan tadi malam,” jelasnya.

Hingga kini tambah Rio, belum diketahui secara pasti dari mana sumber api berasal. Namun kuat dugaan kebakaran dipicu api tungku atau lampu teplok. ”Informasi yang kami terima, rumah tidak memiliki penerangan listrik.

Hanya menggunakan lampu teplok. Meski demikian, untuk penyebab pastinya kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian menyelidiki,” tukasnya. Atas nama pemerintah kecamatan, pihaknya mengucapkan duka cita atas musibah itu. ”Kami harap agar masyarakat selalu waspada kedepannya,” imbau Rio

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Agam, Kurniawan Syahputra menuturkan, proses pemadaman api dilakukan secara gotongroyong oleh warga setempat dibantu tim pemadam kebakaran yang segera meluncur ke lokasi. ”Sebanyak tiga armada dari pemadam kebakaran Kabupaten Agam dan satu unit dari Kota Bukittinggi berhasil menjinakkan api agar tidak meluas,” katanya.

Menurutnya, kerugian dengan kejadian yang menghabiskan satu rumah kayu ukuran 5×7 meter ini mencapai Rp 70 juta. Ia mengimbau kewaspadaan warga untuk selalu berhati hati di saat Ramadhan karena kesibukan memasak baik saat berbuka ataupun sahur. ”Jangan sampai warga bertangisan di Ramadhan ini, pastikan mematikan kompor, tungku masak, dan obat nyamuk bakar dan senantiasa mewaspadai keamanan di rumah,” katanya. (p/ryp)

Previous articleKIP Apresiasi Inovasi Keterbukaan Informasi Publik UNP
Next articleSosialisasi Empat Pilar, Nevi: Milenial Harus Miliki Rasa Cinta NKRI