Pasien Positif Covid-19 di Agam Bertambah 3 Orang

Ilustrasi. (sumber: IST)

Daftar pasien positif terpapar virus korona (Covid-19) di Kabupaten Agam bertambah dari 14 kasus menjadi 17 kasus, Rabu (13/5). Tiga kasus tambahan terbaru berasal dari satu warga perantau dan dua tenaga kesehatan di daerah itu.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam, Kasman Zaini mengatakan, update data korona dengan tambahan tiga pasien positif di Agam itu, diketahui berdasarkan hasil uji swab Laboratorium Biomedik Universitas Andalas dan Laboratorium Balai Veteriner Baso.

“Hari ini (kemarin, red), terdapat tiga pasien yang baru terkonfirmasi positif korona di Agam. Satu orang terpapar dari hasil tracking pengembangan klaster WM. Dua lagi merupakan klaster baru di Agam,” kata Kasman Zaini, kemarin.

Dilanjutkan, pasien yang baru terkonfirmasi positif itu, yakni CM, pegawai perempuan RSUD Lubukbasung. Yang bersangkutan diketahui terinfeksi korona setelah dilakukan pemeriksaan karena memiliki riwayat kontak dengan pasien WM. “Saat ini CM sudah menjalani perawatan di Padang,” jelasnya.

Pasien lainnya adalah RI, warga kenagarian Salo, Baso. Merupakan pelaku perjalanan jalur darat yang baru pulang dari rantau dan sempat dikarantina di PPSDM Baso.

“RI sampai di Salo tanggal 5 Mei 2020. Pelaku perjalanan yang naik truk angkut dari Bekasi ke Dharmasraya, lalu naik travel ke bukittinggi dan menyambung go-car ke Salo. Saat ini dia juga sudah dirawat di Padang,” paparnya.

Kasus terakhir menimpa seorang pegawai di RSAM Bukittinggi. Seorang laki-laki berinisial RD, warga Ampanggadang, Kecamatan Ampekangkek. Saat ini yang bersangkutan sudah dirawat di RSAM Bukittinggi. “RI dan RD merupakan dua pasien klaster baru di Agam,” terangnya.

Adanya tambahan tiga kasus tersebut, pihaknya kembali mengimbau masyarakat lebih mentaati protokol pencegahan dan penanganan Covid-19 yang dianjurkan. Seperti, memakai masker, menjaga jarak, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan dengan sabun serta mengikuti kebijakan pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus tersebut. “Mari kita semua berdoa, semoga pandemik wabah covid-19 segera berakhir,” tutup Kasman Zaini.

IGD RSAM Disterilkan

Sementara, pasca satu perawatnya didiagnosa positif Covid-19, pihak RSAM Bukittinggi melakukan pembatasan penerimaan pasien di Isntalasi Gawat Darurat (IGD) sementara waktu. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut di lingkungan rumah sakit itu.

“Berdasarkan laporan hasil uji swab, beberapa petugas kesehatan di RSAM semalam, satu perawat dinyatakan positif terinfeksi virus korona. Kami bergerak cepat melakukan pencegahan penularan dan salah satunya membatasi menerima pasien untuk IGD sementara,” kata Humas RSAM Bukittinggi, Murshalman Chaniago saat dikonfirmasi Padang Ekspres, Rabu (12/5) malam.

Selain itu lanjutnya, pihaknya tadi pagi juga telah melakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya sterilisasi seluruh lingkungan IGD rumah sakit. Termasuk melakukan tracking terhadap riwayat kontak pasien. “Keluarga pasien yakni istri dan anaknya juga sudah diambil swabnya tadi pagi. Sekaligus teman-teman pasien yang sama-sama dinas tadi malam,” bebernya.

Diketahui, seorang pegawai di RSAM Bukittinggi yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 itu adalah “RE” warga Ampanggadang, Kecamatan Ampekangkek, Kabupaten Agam. Saat ini yang bersangkutan menjalani perawatan di RSAM Bukittinggi.

Sehari sebelumnya, RSAM Bukittinggi mengambil sampel swab terhadap 40-an petugas yang berlatar dari berbagai unsur seperti dokter, perawat dan tenaga penunjang lainnya. “Hasilnya, hanya RE yang positif, sisanya Alhamdulillah negatif,” ujar pria yang akrab disapa Pak Cha itu.

Hingga kini, sambungnya, sudah tercatat tiga orang petugas kesehatan di RSAM Bukittinggi yang positif terjangkit korona. Diberitakan Padang Ekspres sebelumnya, Kamis (7/5) dua pegawai RSAM Bukittinggi yang bekerja dengan tanggungjawab berbeda juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Keduanya sama-sama berjenis kelamin wanita. Mereka adalah YS, 46 tahun bertugas di bagian laboratorium, kemudian FD, 38 tahun bertugas sebagai cleaning service.

“Saat bertugas, keduanya telah mengenakan APD lengkap dan telah mengikuti protokol kesehatan. Namun bisa saja virus menular dari celah yang tak terduga,” tutur Kepala Ruang Isolasi Covid-19 RSAM Bukittinggi, Misfatria Noor ketika dikonfirmasi saat itu.(p)