Dilanda Hujan Badai, Pohon Tumbang Ganggu Akses Warga

26
ilustrasi. (net)

Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dan sekitarnya, Sabtu (12/12) lalu. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang ke jalan, sehingga mengganggu akses lalu lintas warga.

Musibah pohon tumbang itu dilaporkan terjadi di dua titik wilayah Kenagarian Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung. Selain mengganggu akses lalu lintas, material pohon tumbang juga menimpa kabel jaringan listrik dan Telkom.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal mengatakan, pohon tumbang terjadi di kawasan Jorong Balaisatu dan Jorong Sago, Nagari Manggopoh. Beruntung pohon tumbang melintang jalan sedang kondisi lengang, sehingga tidak menimbulkan korban luka dan jiwa.

”Informasi dari kawan-kawan Pusdal Ops BPBD Agam, pohon tumbang ke jalan dan menghambat akses masyarakat. Bahkan, juga menimpa kabel jaringan listrik beserta telepon. Kejadian pukul 12.00 siang,” katanya.

Usai mendapat informasi tersebut, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan proses evakuasi material. Di Jorong Balaisatu diketahui material pohon menutup sebagian badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung-Padang.

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Korona, 30 Pelanggar Prokes Covid-19 Terjaring

Masih di waktu yang sama, pihaknya juga menangani pohon tumbang di Jorong Sago. Di wilayah ini dilaporkan dua titik pohon tumbang yakni, di kawasan Sawah Taruko dan Simpang Langguang. Material pohon juga menutup akses warga pengguna jalan sekitar satu jam. ”Upaya pembersihan material pohon melibatkan petugas BPBD, KSB, pemerintah kecamatan, nagari dan masyarakat. Kedua akses jalan kembali normal sekitar pukul 13.15,” ujarnya.

Ia mewanti-wanti, peristiwa pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang ini, membuat warga masyarakat Agam harus lebih waspada. Sebab, risiko tinggi mengancam permukiman warga yang dekat dengan pepohonan besar. ”Akhir-akhir ini curah hujan di Agam memang cukup tinggi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan siaga. Apalagi daerah ini rentan bencana seperti banjir dan longsor plus pohon tumbang,” tutupnya. (p)