Nongkrong hingga Malam, Puluhan Warga Agam Ditertibkan

Ilustrasi PSBB. (grafis-ist)

Tingkat kesadaran masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam mengikuti protokol pencegahan penularan wabah korona (Covid-19) masih rendah. Alhasil, tim gabungan penanganan Covid-19 tingkat kecamatan setempat terpaksa menertibkan puluhan warga yang kedapatan masih berkumpul di kedai-kedai tanpa menggunakan masker, Kamis (14/5).

Camat Tanjungraya, Handria Asmi menyebut, pihaknya bersama unsur muspika Tanjungraya makin intensif menertibkan masyarakat yang masih mengabaikan protokol penanganan Covid-19 di wilayah itu. Tim siaga Covid-19 Tanjungraya katanya, masih banyak menemukan warga berkumpul di kedai atau warung malam hari.

“Dalam patroli kami semalam sampai waktu dini hari, kami sempat menertibkan puluhan warga yang masih bandel dan berkumpul di kedai-kedai. Total ada sebanyak 27 warga yang dibubarkan,” kata Handria Asmi.

Kebiasaan kumpul-kumpul di kedai sampai tengah malam, lanjutnya, telah dilarang dan melanggar kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini diterapkan di seluruh wilayah Sumbar. Terlebih berkerumun tidak memakai masker.

Selain dibubarkan, puluhan warga semalam yang kedapatan melanggar tersebut kata Handria, sudah didata dan diberi peringatan. Termasuk masing-masingnya difoto dengan label pelanggar PSBB untuk efek jera bagi mereka yang tak patuh.

Ditegaskan, seluruh warga di Tanjungraya agar ke depan lebih mentaati aturan PSBB dan protokol pencegahan wabah Covid-19 saat ini. “Kami bersama tim gabungan akan rutin turun monitoring, menertibkan atau menindak mereka yang tak mengindahkan kebijakan PSBB tersebut,” pungkasnya.

Aksi pembubaran kerumunan warga di Tanjungraya sendiri, tambahnya, sudah beberapa kali dilakukan tim gabungan Covid-19 kecamatan itu bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Agam. Sebelumnya, pihaknya juga mengarak belasan pemancing di kawasan Danau Maninjau yang juga dinilai melanggar aturan PSBB.

Belasan pemancing yang ditertibkan itu katanya, banyak berasal dari luar Kabupaten Agam. Seperti datang dari Batusangkar dan Kota Bukittinggi. Modusnya beragam dan bahkan ada alat pancing mereka sembunyikan di sekitar danau. Saat melewati pos cek poin sehingga tidak terpantau petugas.

“Kami ingatkan kembali, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini perlu kerja sama dan kesadaran warga. Mari bersama kita meredamnya dengan mengikuti anjuran pencegahan yang ditetapkan pemerintah,” imbaunya.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memberikan teguran kepada lebih dari 200 warga yang melanggar ketentuan PSBB di Kabupaten itu. “Masih belum diberi sanksi hukum. Kami cek subu tubuh mereka, lalu kami lakukan pendataan. Nanti jika kedapatan lagi akan diberi tindakan tegas,” sebutnya.

Kapolres meminta warga untuk menahan diri dan menjauhi tempat keramaian khususnya selama penerapan PSBB jilid II yang sudah bergulir hingga 29 Mei 2020 mendatang. Pihaknya secara rutin bakal memantau dan melakukan patroli ke seluruh wilayah hukum Polres Agam.

“Jika masih ditemui warga yang melanggar aturan PSBB, maka akan langsung diberikan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku,” tutupnya. (p)