Warga Palupuh Dimakamkan Protokol Covid-19

Warga bersama anggota gugus tugas memakamkan warga Palupuh yang meninggal dunia di RSI Ibnu Sina Bukittinggi, sesuai protokol Covid-19. Pasien sebelumnya tidak berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). (IST)

Satu pasien yang meninggal dunia di RSI Ibnu Sina Bukittinggi, kembali ditangani sesuai protokol Covid-19. Pasien inisial S, berusia 78 tahun dilaporkan meninggal dunia pukul 22.00 WIB, Selasa malam, (14/4). Penyelenggaraan jenazah kemudian dilakukan di RSAM Bukittinggi.

“Tadi malam kami menerima satu pasien yang meninggal dunia di RSI Ibnu Sina. Karena ada dugaan gejala Covid-19, pasien lalu dikirim ke RSAM Bukittinggi untuk diselenggarakan sesuai protokol,” kata Humas RSAM Bukittinggi, Murshalman Chaniago, Rabu (15/4).

Setelah diselenggarakan, kata Murshalman, jenazah kemudian dibawa menggunakan mobil ambulan lengkap dengan pengawalan kepolisian. “Sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi (kemarin, red), jenazah sudah diantarkan ke pemakaman keluarga di Kecamatan Palupuh,” jelasnya.

Informasi yang diperolah Padang Ekspres, pasien asal Nagari Pagadih, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam tersebut sebelumnya tidak berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Karenanya, kini pihak rumah sakit masih menunggu hasil swab dari laboratorium Universitas Andalas (Unand).

“Prosesi penyelenggaan jenazahnya dilaksanakan dengan protokol Covid-19. Swab sudah diambil dan dicek ke labor Unand Padang,” jelas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Agam, Martias Wanto.

Informasi yang diterima dari dokter rumah sakit, kata Martias, pasien tersebut didiagnosa mengalami gagal ginjal. Namun, hasil rontgen menunjukkan ada cairan di paru-parunya yang mengarah pada gejala mirip pasien Covid-19. Karenanya seluruh petugas medis di rumah sakit sudah dari awal menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). “Intruksi dokter spesialis paru sekaligus sebagai bentuk pencegahan dini, penyelenggaraan jenazah harus dilakukan sesuai protokol Covid-19,” katanya.

Dihubungi terpisah, Camat Palupuah, Hasrizal menyampaikan, pihaknya bersama Forkopimca dan petugas Puskesmas setempat sudah melakukan tracking riwayat perjalanan pasien tersebut semasa dirawat. Hasrizal menyebut, pasien memiliki riwayat sakit yang sudah lama. Sehari sebelum dirujuk ke RSI Ibnu Sina, pasien pernah berobat ke bidan desa.  “Dari bidan desa dianjurkan ke IGD Puskesmas Palupuh. Semua petugas medis yang pernah kontak dengan beliau sudah kami data dan diminta melakukan isolasi mandiri di rumah. Termasuk pihak keluarga yang bersangkutan,” tutup Hasrizal. (ryp)