Pasien Positif Covid-19 Pertama di Agam Sembuh 

Ilustrasi. (sumber: IST)

Pasien pertama yang terpapar virus korona (Covid-19) di Kabupaten Agam dinyatakan sembuh. Pasien tersebut adalah J, 60 tahun warga Padangtarok, Baso yang sempat menjalani masa isolasi di RSAM Bukittinggi awal Mei lalu.

Kabar baik itu dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Agam, Kasman Zaini, Jumat (15/5). Itu setelah pihaknya mendapat laporan dari pihak RSAM yang menyatakan setelah pemeriksaan dua kali sample swab pasien asal Agam itu dilakukan dan hasilnya negatif.

“Betul. Kami mendapat kabar itu dari Humas RSAM Bukittinggi. Bahwa memang ada satu orang pasien asal Agam sembuh dari Covid-19. Ini kabar yang menyejukkan bagi kita dan patut disyukuri,” ujar Kasman Zaini.

Disebutkan, pihak RSAM menyatakan kondisi pasien J dari Agam terus membaik terus sembuh setelah 14 hari menjalani perawatan. Pernyataan itu sesuai dengan yang dikeluarkan Laboratorium Biomedik FK Unand, Padang dari dua kali pemeriksaan hasil swabnya negatif.

Bahkan katanya, saat ini yang bersangkutan sudah keluar dari rumah sakit. Pasalnya, Kamis (14/5) siang sekitar pukul 14.00 dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan telah dijemput pihak Puskesmas Padangtarok.

Kasman sendiri berharap pasien lain yang terpapar Covid-19 juga segera sembuh seluruhnya. “Kesembuhan ini tidak terlepas dari kemauan, disiplin dan semangat yang tinggi dari pasien. Ini terbukti dengan terlaksananya semua anjuran dari dokter,” paparnya.

Sebelumnya, pada 1 Mei 2020 Bupati Agam, Indra Catri mengakui pertahanan daerahnya yang berbasis nagari dalam mencegah masuknya virus korona akhirnya jebol juga. Menyusul ditemukannya kasus positif Covid-19 pertama di Agam dengan pasien berinisial JD, seorang pedagang rokok di Kota Payakumbuh.

Namun, pria 60 tahun yang juga berprofesi sebagai pedagang dan tukang ojek tersebut, tinggal di rumah anaknya di Jorongtitih, Nagari Padangtarok, Kabupaten Agam. Yang bersangkutan saat itu langsung dikirim menjalani perawatan di ruangan rawat isolasi Covid-19 RSAM Bukittinggi.

Temuan tersebut sekaligus menjadi pertimbangan kuat bagi daerah itu untuk memperpanjang status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (p)