Leonardy: Nagari Bisa Bikin Perna Wajib Masuk MDTA & Remaja Masjid

21

Nagari Koto Gadang Kabupaten Agam sukses menggelar khatam Quran, pada Minggu (16/5/2021). Sebanyak 34 orang murid MDTA Rahmatunnisa turut serta dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan yang dimulai dengan pawai keliling nagari itu diihadiri Kerapatan Niniak Mamak Panghulu Nan XXIV, Tuanku Nan Barampek, Walinagari, Ketua Bamus, Manti, Alim Ulama, tokoh masyarakat, pengurus masjid, remaja masjid dan orang tua peserta khatam.

“Saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih banyak atas spirit yang diberikan kepada kami sehingga kami bia melaksanakan kegiatan ini. Alhamdulillah pagi tadi kita telah pawai peserta khatam dan kini kita laksanakan pembukaan dengan lancar dan sukses,” ujar Ketua Panitia Novi Ronal.

Ronal mengungkapkan kegiatan ini terlaksana atas dukungan banyak pihak, termasuk pengurus masjid. Dia pun berterima kasih kepada para donatur dan Remaja Masjid Nurul Iman Tapi Koto Gadang yang diketuai Randy.

Dalam sambutannya, Ronal mengimbau peserta khatam untuk mengikuti kegiatan khatam Quran dengan baik dan penuh semangat. Setelah kegiatan ini tetap berkegiatan di masjid. Misalnya bergabung di remaja masjid.

Para orang tua peserta, diharapkan Ronal untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada di masjid. Jangan hanya aktif saat anaknya ikut khatam saja.

Ronal menyatakan ini karena dengan aktifnya para orang tua ke masjid, mereka akan mendorong anak-anaknya ikut dalam kegiatan remaja masjid, tambua tasa, silat dan lainnya.

“Kegiatan-kegiatan yang dilakukan remaja masjid adalah kegiatan-kegiatan yang positif. Mohon dorongan orang tua agar anak-anaknya aktif dalam remaja masjid. Kalau perlu ajak anaknya ke masjid,” ujarnya.

Wali Nagari Koto Gadang Budi Zulfikar juga menyatakan kegembiraannya atas pelaksanaan khatam quran dari MDTA Rahmatunniswan. Ada 34 orang yang mengikuti khatam, terdiri dari 14 orang laki-laki dan 20 orang perempuan.

“Ada beberapa hal yang perlu disimak. Peserta khatam Quran hari ini berasal dari anak-anak yang belajar dari berbagai angkatan, mulai tahun 2017. Khatam ini telah disiapkan dari sebulan lalu. Pada acara berbuka bersama yatim pada Bulan Ramadhan kemarin kita tekadkan untuk membuat Masjid Tahfidz. Mudah-mudahan jadi yang pertama di Indonesia,” ungkapnya.

Pemerintahan nagari memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap panitia pelaksana yang didukung penuh oleh remaja masjid. Melalui kegiatan ini, wali nagari mengharapkan masyarakat Koto Gadang menggiatkan baca Quran di rumah masing-masing.

“Kami juga berharap, melalui Engku Datuk Bandaro Basa agar pemerintah bisa melahirkan peraturan yang mewajibkan tiap masjid, surau dan mushalla giat melaksanakan kegiatan-kegiatan baca tulis Alquran,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Jon Kinoi, Sopir Viral dalam Evakuasi Bus Gracias di Kelok 44

Kepada yang hadir, pemerintah nagari bakal mendukung kegiatan remaja masjid, khatam quran dan lainnya.

Budi Zulfikar menyebutkan dia dengan Bamus telah sepakat memplot anggaran untuk kegiatan-kegiatan tahun besok. “Tadi sudah saya bicarakan dengan Ketua Bamus. Ini untuk mempertahankan, meningkatkan semangat generasi muda dalam mempelajari Alquran,” ungkapnya.

Menanggapi penyampaian wali nagari, Anggota DPD RI Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mewakili Kerapatan Niniak Mamak Panghulu Nan XXIV menyarankan untuk membuat peraturan nagari (Perna) yang mewajibkan anak-anak di Koto Gadang yang berumur 7 tahun wajib masuk MDTA Rahmatunniswan.

Mereka juga nantinya wajib mengikuti Remaja Masjid Nurul Iman agar aktif berkegiatan di masjid.

Ditegaskannya, lebih baik pemerintah nagari membuat peraturan nagari dibanding menunggu aturan dari pemerintah yang berlaku umum untuk Indonesia. Lebih cepat dirasakan kehadiran dan manfaatnya.

“Jika sudah ada peraturan nagari, apa saja kegiatan yang terkait peraturan itu bisa dibiayai oleh nagari. Kegiatan itu masuk ke dalam pos pemberdayaan. Dengan cara ini, panitia tidak perlu terlalu disibukkan kegiatan penggalangan dana dari para donator,” tegasnya.

Namun patut diingat, jika MDTA Rahmatunniswan dibiayai nagari, maka MDTA harus di bawah pemerintahan nagari. Semua yang menggunakan anggaran nagari harus berada di bawah pemerintahan nagari dan penggunaan dananya harus dipertanggungjawabkan.

Menurut penilaian Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini, bacaan anak-anak yang ikut khatam sudah cukup baik. Setelah khatam, bukan sudah selesai membaca Alquran. Nantinya dilanjutkan belajar terus memperbaiki tajwidnya,  irama dan menjadi hafiz Quran.

Leonardy juga mengingatkan bagi anak yang sering membaca Quran bisa melapangkan kubur orang tuanya.

“Bagi mereka yang hafal Quran 10 juz dan lancar berbahasa Arab bisa mengikuti program pemerintah untuk kuliah di Al Azhar Kairo. Sudah banyak putra-putri terbaik Indonesia yang kuliah melalui program ini,” ungkapnya.

Sebagai penyemangat peserta khatam Quran dalam mengikuti lomba baca Quran, maka juara I akan diberikan hadiah tambahan berupa uang Rp1.000.000, juara II Rp750.000 dan juara tiga Rp500.000.

Ini berlaku untuk pemenang kategori tamatan tahun 2020 dan alumni 2017-2019 yang ditetapkan juri. Mereka meraih nilai terbanyak dari segi bacaan/tajwid, irama dan adab.

Bahkan peserta khatam termuda Muhammad Alif Rifaldi yang berusia 5 tahun dan mendapat kesempatan pertama dalam perlombaan itu juga diberi hadiah uang oleh Leonardy.(rel)

Previous articleAndre: Mantap, Menteri BUMN Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika
Next articleWaspadai Penularan antar-Wilayah, Pemudik asal Sumatera Dites Antigen