Pemkab Kucurkan Rp 3,427 M, Permanenkan Jembatan Gantung Labupacah

6
ilustrasi pembangunan jembatan gantung.(NET)

Jembatan gantung atau rajang di Labupacah, Jorong IV Garagahan, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam dibangun permanen oleh pemerintah daerah setempat tahun ini. Jembatan kayu yang menghubungkan sungai Batang Antokan ini sebelumnya dilaporkan rusak parah dan sempat beberapa kali membawa petaka bagi warga yang melintas.

Wali Jorong IV Garagahan, Dedi Lita Alam Sari mengatakan, keberadaan jembatan itu sangat vital bagi separuh warganya yang bermukim di seberang sungai Batang Antokan. Selain mempermudah akses memasarkan hasil kebun dan pertanian mereka seperti sawit, jagung, padi dan lainnya, juga untuk mempersingkat jarak tempuh menuju pusat kabupaten di Lubukbasung.

“Warga kami di seberang sungai sekitar 150 kepala keluarga. Selama ini mereka kesulitan akses dan lebih banyak memutari jalur ke wilayah tetangga. Ada juga yang tetap memberanikan diri menempuh rajang kayu itu. Dulu sebelum diperbaiki, kondisinya sudah rusak parah,” kata Dedi.

Bahkan imbuh Dedi, sempat dua kali terjadi musibah kecelakaan warga saat menempuh jembatan yang masih dalam kondisi rusak dulunya. Korbannya anak-anak dan mengalami patah tulang. Sehingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.


Insiden itu jelasnya, terjadi tahun lalu. Sehingga dirinya merasa sangat bersyukur rajang kayu itu diperbaiki bahkan dipermanenkan tahun ini. Ia berharap jembatan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan itu cepat selesai, tidak melenceng dari target waktu dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk waktu lama.

Harapan lain kata Dedi, peningkatan infrastruktur di wilayah Jorong IV Garagahan dapat menyasar titik-titik lain yang tak kalah prioritas. Artinya tidak berhenti pada pembangunan jembatan itu saja. Tapi banyak titik prioritas lain, seperti jalan Labupacah menuju jembatan Sampan.

“Saat ini, kondisi jalan tersebut masih jalan tanah dan kita harap dapat di hotmix segera oleh pemerintah. Jalur itu bisa jadi jalan lingkar Garagahan nantinya dan juga menghubungkan wilayah ini ke Padanglariang, Kabupaten Padangpariaman,” tuturnya.
Diketahui proses pengerjaan jembatan di Labupacah tersebut saat ini sedang berlangsung.

Baca Juga:  Kantor Nagari Duokoto Ditutup, Seorang Perangkat Terpapar Covid-19

Jembatan itu dibangun Pemkab Agam dengan dana pembiayaan DAK Penugasan senilai Rp 3,427 miliar lebih. Dikerjakan oleh rekanan PT Perisai Perkasa Abadi dengan durasi waktu 180 hari kalender.

Manager Lapangan PT Perisai Perkasa Abadi, Abe Handoko mengatakan pembangunan jembatan sudah dimulai akhir April 2021. Progress pengerjaan sudah mencapai sekitar 25 persen sejauh ini.

“Pengerjaan sejauh ini lancar, masyarakat mendukung. Palingan kendala cuaca buruk berupa hujan yang mengakibatkan debit sungai batang Antokan mengalami kenaikan,” ungkap pria yang karib disapa Babe itu.

Babe sendiri optimis pembangunan jembatan selesai sesuai target waktu. Ia juga menekankan, jembatan permanen itu akan dibangun dengan kualitas yang dapat diuji nantinya.

Senada, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan jembatan, Erpendi saat ditemui di lapangan kemarin menyebut, secara umum belum ditemukan kendala yang berarti di lapangan sejauh ini. Pekerjaan berjalan lancar dan ia juga memuji dukungan masyarakat sekitar.

Meski demikian katanya, sempat terdapat sebuah insiden saat proses penggalian dasar pondasi untuk tapak kedua jembatan di seberang sungai. Insiden itu yakni, jatuhnya tapak jembatan lama ke lubang galian. Dipicu longsor tebing jalan setelah diguyur hujan deras beberapa waktu lalu.

“Kondisi ini sedikit memperlambat pekerjaan. Kita harus memindahkan material tapak jembatan lama yang jatuh itu dulu dan sedang dikerjakan oleh rekanan,” katanya.

Satu hal yang juga dikhawatirkannya tambah Erpendi, yakni rangka baja jembatan yang akan didatangkan dari Jakarta. Kekhawatiran ini sekaitan dengan kelangkaan oksigen di ibukota. Pasalnya, produksi rangka baja oleh rekanan pabrik membutuhkan oksigen tabung ini untuk pengelasan.

“Yang kami khawatirkan, kelangkaan itu berlangsung lama. Tentu ini menjadi kendala nantinya. Rekanan akan sulit memproduksinya. Namun, pihak pabrik menjanjikan pertengahan Agustus nanti rangka baja yang kita pesan sudah dikirim,” jelasnya. (ptr)