Gawat!! Abrasi Ancam Wilayah Pesisir Tiku, Estimasi Sudah 20 Meter!

13
ABRASI: Kondisi pantai di Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong, yang diterjang abrasi hingga puluhan meter, butuh penanganan serius, kemarin.(IST)

Kawasan pesisir Pantai Tiku, Tanjungmutiara, Kabupaten Agam terancam pengikisan daratan atau abrasi yang cukup serius. Di sepanjang pantai Jorong Masang, Nagari Tiku V Jorong misalnya, terjangan ombak telah mengikis wilayah daratan hingga puluhan meter.

Kondisi mengkhawatirkan itu sudah berlangsung selama berbulan-bulan, namun baru terpantau sejak pertengahan Juli 2022 lalu. Bahkan tingginya intensitas gelombang juga telah merusak sejumlah kapal nelayan yang bersandar di bibir pantai wilayah setempat.

“Benar, pertengahan Juli lalu kami telah meninjau lokasi pantai Jorong Masang dan kondisinya memang mengkhawatirkan saat ini. Abrasi telah menggerus daratan, merusak kapal nelayan dan menumbangkan nyiur atau pohon-pohon kelapa di bibir pantai setempat,” kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Agam, kemarin (17/7).

Hasil tinjauan dua bulan lalu itu, lanjutnya, diestimasikan dampak abrasi telah mengikis bibir pantai Jorong Masang sejauh 20 meter dengan panjang sekitar 500 meter. Tentu kata Rosva, tidak tertutup kemungkinan potensi dampaknya bisa lebih parah lagi.

Menurutnya, kawasan yang berpotensi ancaman abrasi di sepanjang Pantai Tanjungmutiara mulai dari Pasiapaneh hingga ke Subang-Subang. Sementara dari Gasankaciak hingga Pasiatiku merupakan kawasan yang mengalami pedangkalan bibir pantai atau mengalami proses sedimentasi.

Baca Juga:  Waspada!! Ada 700 Rumah Warga Terancam Abrasi Pantai Tiku!

Solusinya, kata dia, wilayah yang berpotensi abrasi itu sangat membutuhkan infrastruktur tanggul pemecah ombak atau break water. Pihaknya mengaku bakal bergerak cepat untuk mengkoordinasikan pembangunan tanggul pemecah ombak ke lintas OPD untuk ditindaklanjuti ke pusat.

“Pembangunan break water ini adanya di Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR. Nanti, kita akan koordinasi dengan Dinas PU untuk pengajuan pembangunan break water ini,” sebutnya.

Senada, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Agam, Olkawendi mengaku, kawasan Jorong Masang memang terdampak abrasi cukup serius saat ini. Namun kondisinya belum begitu mengancam permukiman warga di sana.

Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di pingggir pantai selalu waspada agar terhindar dari gelombang pasang air laut. “Kita mengajak warga yang tinggal di bibir pantai tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gelombang pasang dan abrasi pantai tersebut,” ujarnya. (ptr)