227 Ha Sawah Diserang Hama Wereng, Petani Diminta Tanam Refugia

40
GAGAL PANEN: Seorang petani menunjukan hama wereng yang telah menyerang sawahnya di salah satu kecamatan di kabupaten Agam.(IST)

Ratusan hektare lahan pertanian padi di Kabupaten Agam diserang hama wereng. Kondisi ini selain merugikan petani juga mengancam hasil produksi gabah daerah itu di tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu menyebut, pihaknya mencatat serangan hama wereng sudah mencapai 227 hektare luas sawah rentang periode Januari-Juni 2021. Tersebar di tiga kecamatan wilayah tersebut.

“Catatan itu sesuai dengan laporan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang kami terima. Kondisi ini tentu menimbulkan kerugian bagi petani,” kata Arief, kemarin.

Ia merinci, serangan hama paling parah terjadi pada sawah petani di Kecamatan Lubukbasung yang mencapai luas 150 hektare. Kemudian, di Kecamatan Ampeknagari dengan luas sawah terdampak 50 hektare dan Tanjungraya 27 hektare.

Meski begitu, pihaknya mengklaim serangan hama belum sampai berakibat fuso atau gagal panen. Adapun imbasnya pada penurunan hasil produksi dan kualitas padi di Agam tahun ini.

“Sudah pasti berdampak pada penurunan hasil produksi padi kita. Sejauh ini, kami sudah melakukan langkah antisipasi mulai dari gotong-royong dengan petani untuk membersihkan gulma dan lingkungan sawah serta memberikan insektisida,” tutur Arief.

Dinas Pertanian Agam sambungnya lagi, telah bekerjasama dengan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, untuk melakukan gerakan pengendalian hama.

Terakhir kali katanya, gerakan pengendalian menyasar areal persawahan milik kelompok tani Sawah Laweh di Nagari Lubukbasung dan Sri Antokan di Garagahan pada Jumat lalu. Luas sawah milik dua kelompok itu terserang hama mencapai 2,25 hektare dengan luas areal terancam dan kemungkinan terserang mencapai 26 hektare.

Baca Juga:  Gratis Biaya Penyambungan, PLN Listriki Kompleks Talago Lubukbasung

“Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) melalui gerakan pengendalian ini tidak bisa total. Ini perlu dilakukan secara rutin, teratur dan berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, serangan hama wereng memang kerap menjadi momok bagi petani padi di kabupaten itu. Guna mencegah beber Arief, petani bisa melakukan langkah pengendalian secara alami.

Pertama katanya, petani dapat menyeimbangkan ekosistem dengan penanaman tanaman berbunga atau refugia di sekitar areal persawahan. Ini bisa menjadi rumah bagi musuh alami hama wereng.

Selain itu, petani juga bisa mengganti varietas tanaman padi dengan bibit unggul yang tahan dari serangan hama tersebut. Mengganti varietas ini menurutnya cara paling tepat untuk dilakukan agar tidak kembali diserang OPT.

Dengan demikian, potensi gagal panen dapat diminimalisir. Ia mengklaim prosedur semacam itu sudah kerapkali disampaikan kepada petani.

“Seluruh jajaran petugas kita minta juga agar lebih intensif melakukan kegiatan pengamatan, waspada dan gerak cepat melakukan tindakan pengendalian OPT sesegera mungkin. Ini agar kejadian serangan OPT seperti wereng coklat ini, tidak meluas dan mengganggu produksi padi kita,” ulasnya. (ptr)