Beruang Madu Muncul, Warga Waswas

45
Petugas BKSDA Resor Agam dan warga sedang memasang perangkap evakuasi beruang madu, Senin (16/11).

Kemunculan beruang madu di permukiman akhir-akhir ini, mulai memicu kekhawatiran warga. Kali ini, seekor beruang madu kembali terlihat berkeliaran di sekitar jalur Kelok 44, tepatnya di Kubuak, Jorong Kuok III Koto, Nagari Maturmudiak, Kecamatan Matur.
Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra membenarkan hal itu.

Pihaknya saat ini sedang melakukan upaya penangkapan dengan memasang perangkap di lokasi satwa terakhir kali terlihat warga. Berdasarkan laporan warga katanya, beruang terlihat terakhir kali sedang memanjat pohon durian yang sedang berbuah pada Minggu (15/11).

Dugaannya, satwa dilindungi bernama latin Helarctos malayanus itu masih berkeliaran di sana. ”Sebuah perangkap telah kami pasang di sana. Diberi umpan berupa buah nangka dan durian,” katanya, Selasa (17/11).

Dijelaskannya, perangkap evakuasi tersebut akan dipasang selama tujuh hari. Selama terpasang akan terus dipantau oleh tim BKSDA Agam. Upaya penanganan yang sama imbuhnya, juga tengah dilakukan di Kampung Ambalau, Jorong Sidangtangah, Nagari Maturmudik. Di kawasan ini seekor beruang madu juga terlihat berkeliaran.

Baca Juga:  Light Up The Dream, Donasi Pegawai Listriki Warga Kurang Mampu

Berdasarkan indentifikasi, tukas Ade, beruang yang muncul di lokasi itu merupakan beruang yang juga dilihat warga di Kawasan Kelok 35. ”Berdasarkan jejak, cakaran dan keterangan warga, maka satwa tersebut sama dengan beruang yang muncul di lokasi Kelok 35 Nagari Maturmudiak, Kecamatan Matur,” ucapnya.

Diungkapkan Ade, kemunculan beruang itu sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu. Pihaknya mengimbau warga agar dapat berhati-hati dan waspada ketika beraktivitas di ladang ataupun di sawah.

Seorang warga setempat, Novrizal, 28, menerangkan bahwa masyarakat sekitar, kini merasa takut ke luar rumah dan menjauhi lokasi kemunculan beruang. ”Warga juga takut mencari durian yang jatuh pada malam hari,” katanya.

Menurut Novrizal, beruang madu pernah muncul di lokasi yang sama tujuh bulan lalu, dan satu bulan terakhir juga muncul di Kelok 32, Dusun Kampuang Ambalao dan lainnya. Karena itulah, Novrizal dan warga yang lain memutuskan melapor ke BKSDA Resor Agam pada Minggu malam lalu. (p)