Harga Sembako di Agam Merangkak Naik

Ilustrasi

Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Agam menjelang perayaan Lebaran mulai merangkak naik. Terpantau saat ini, sejumlah harga komoditas pangan sudah meningkat di kisaran Rp 500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg).

Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Agam, Nelfia Fauzana menyebut, kenaikan harga kebutuhan pokok itu dipicu karena minimnya persediaan. Ditambah dengan stok produksi pertanian lokal juga menurun.

“Berdasarkan informasi dari pedagang, kenaikan harga sembako terjadi akibat berkurangnya stok dari petani produksi dari petani juga menurun,” kata Nelfia Fauzana di Lubukbasung, Senin (18/5).

Berdasarkan pantauannya di pasar Inpres Padangbaru, Lubukbasung Minggu ke III Mei 2020, persisnya H-6 jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah diketahui, kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya seperti beras dan sejumlah komoditi sayuran.

Dikatakan Nelfia, harga beras jenis benang paluang terpantau mengalami kenaikan dari harga Rp 11 ribu per kilogram menjadi Rp 12 ribu. Jenis beras puruik kusuik naik dari Rp 12.500 per kilogram menjadi Rp 13 ribu.

Sedangkan untuk komoditas sayuran yang mulai melonjak, seperti buncis dari Rp 10 ribu sekilo jadi Rp 12 ribu saat ini. Lalu Kol naik dari Rp 6.000 per kilogram jadi Rp 8.000 sekilo. Wortel naik dari Rp 10 ribu ke Rp 12 ribu per kilogram.

Ada lagi kacang tanah, naik dari Rp 27 ribu ke Rp 28 ribu sekilo. Terakhir, kentang dari Rp 11 ribu naik jadi Rp 12 ribu per kilogram. Selain sayuran tersebut, kenaikan harga juga dialami ikan laut seperti, ikan tongkol dari harga Rp 25 ribu jadi Rp 27 ribu per kilogram. Kemudian ikan laut kembung dari Rp 35 ribu naik menjadi Rp 36 ribu per kilogram.

“Rata-rata kenaikan masih di kisaran Rp 500 sampai Rp 2.000 sepekan ini. Tapi tidak semua yang naik, sejumlah kebutuhan pokok lainnya, harganya masih stabil, bahkan ada juga yang mengalami penurunan harga,” sebutnya.

Komoditi yang mengalami penurunan harga di antaranya, daging ayam broiler dari Rp 55 ribu per ekor jadi Rp 50 ribu per ekor. Untuk daging ayam kampung masih bertahan Rp 65 per ekor, daging sapi murni Rp 120 ribu per kilogram, hati sapi Rp 120 ribu per kilogram dan ikan nila Rp 20 ribu kilogram.

Sementara itu, bawang merah masih bertahan di harga Rp 60 ribu per kilogram, bawang putih turun harga dari Rp 32 ribu jadi Rp 31 ribu per kilogram. Sedangkan cabe merah kriting masih bertahan di harga Rp 20 kilogram.

“Untuk pemantauan harga ini, kita turun langsung ke pasar. Bahkan datanya di update setiap hari, supaya perkembangan harga dapat di kontrol,” tutup Nelfia Fauzana. (p)