Jumlah Hewan Kurban Diprediksi Meningkat

7
ilustrasi peningkatan jumlah hewan kurban.(NET)

Pandemi Covid-19 berikut dampaknya terhadap perekonomian diyakini tidak mempengaruhi semangat berkurban masyarakat di Agam tahun ini. Jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1442 Hijriah bahkan diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Iswan Hendri mengatakan, pemotongan hewan kurban tahun ini meningkat sekitar 160 ekor jenis sapi dan kerbau. Pada 2020 katanya, sapi dan kerbau kurban di Agam tercatat sebanyak 5.414 ekor dan tahun ini diprediksi mencapai 5.575 ekor.

“Begitu pun dengan pemotongan kambing, juga naik tahun ini. Jika tahun lalu hanya 195 ekor, sementara tahun ini diperkirakan sebanyak 343 ekor. Data ini kita peroleh dari panitia kurban di seluruh kecamatan,” kata Iswan, kemarin.

Menurutnya, peningkatan jumlah hewan kurban itu menandai perekonomian masyarakat mulai membaik di tengah pandemi Covid-19 yang terus menggempur hingga kini. Di lain sisi, pihaknya juga mengapresiasi masyarakat Agam yang tetap semangat menunaikan ibadah kurban.


“Peningkatan di tiap kecamatan bervariasi. Ada yang meningkat pada jumlah sapi dan kerbau kurban, ada juga meningkat untuk jumlah kambing, bahkan meningkat keduanya,” terangnya.

Baca Juga:  Jelang Hari Bhakti TNI AU ke-74, Bersihkan Monumen Avro Anson RI-003

Dijelaskan, peningkatan jumlah hewan kurban sendiri tidak tertutup kemungkinan masih akan terus terjadi. Karena masih ada waktu beberapa hari jelang hari raya Idul Adha 1442 hijriah.

Untuk memastikan hewan kurban yang akan dipotong sesuai kaidah agama dan Undang-undang, pihaknya aku Iswan, akan menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan. Karena hewan yang akan disembelih selain sehat juga harus cukup umur dan tidak cacat.

“Pemeriksaan dilakukan mulai H-3 sampai H+2 pemotongan, bahkan kini sudah ada panitia kurban untuk melakukan pemeriksaan. Ini supaya dapat memastikan daging yang akan dikonsumsi masyarakat Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” terang Iswan. (ptr)