Kembangkan 9 Nagari di Salingka Danau Maninjau, Jadikan Desa Wisata Baru

36
INDAH: Desa Wisata Sungaibatang Kecamatan Tanjungraya Kabupaten Agam merupakan salah satu lokasi wisata yang memiliki nilai jual.(PUTRA SUSANTO/PADEK)

Sembilan nagari di salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, akan dikembangkan jadi desa wisata. Potensi wisata masing-masing nagari ini diyakini mampu jadi penyempurna konsep pengembangan wisata kombinasi Lawang-Maninjau.

“Dari Puncak Lawang semua keindahan alam danau Maninjau bisa dinikmati pengunjung. Jadi semua nagari di selingkaran danau otomatis sebagai lokus utama pengembangan pariwisata Agam,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Agam, Syatria, kemarin.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini sedang mewacanakan pengembangan paket wisata unggulan yang dilahirkan dari kombinasi Lawang-Maninjau. Artinya, kawasan Kecamatan Tanjungraya merupakan satu paket dengan wisata Puncak Lawang di Kecamatan Matur.

Konsepnya, wisata dari dua wilayah yang sudah tidak asing lagi bagi wisatawan lokal dan mancanegara ini akan diintegrasikan. Pemerintah bakal membangun sarana wisata modern kereta gantung dari Puncak Lawang hingga salingka Danau Maninjau.

Nantinya kata Syatria, setelah terintegrasi maka wisatawan usai menikmati keindahan dari Puncak Lawang, bisa langsung turun ke bawah dengan berbagai objek wisata religi, budaya dan sejarah seperti Museum Buya Hamka atau menikmati kuliner di nagari-nagari setempat.

Baca Juga:  Sepekan, Polres Agam Amankan 9 Pejudi

“Ini merupakan salah satu konsep besar pemerintah daerah dalam pengembangan wisata di Kabupaten Agam,” ujarnya.

Menurutnya, jika berjalan sesuai ekspektasi maka ekonomi masyarakat di salingka danau Maninjau akan meningkat. Adapun sembilan nagari yang jadi lokus pengembangan itu yakni Nagari Sungaibatang, Maninjau, Bayua, Duokoto, Kotogadang, Kotakaciak, Kotomalintang, Paninjauan dan Tanjungsani.

“Secara keseluruhan Agam memiliki 21 nagari wisata. Agam punya branding “Agam Pesona Beragam” karena ada keberagaman dari sisi geografisnya, mulai dari laut, danau, gunung, ngarai, dan keanekaragaman kulinernya,” jelasnya.

Saat ini imbuh kadis, sektor pariwisata merupakan salah satu program unggulan. Dalam perencanaan nantinya, selain adanya kereta gantung dari Lawang hingga Danau Maninjau, juga diusung konsep beberapa destinasi baru seperti taman safari di Kecamatan Canduang dan masjid apung di Tiku.

Pihaknya mengakui dua tahun terakhir aktifitas wisata di Agam turun drastis karena pandemi COVID-19. Namun ke depannya akan berupaya kembali meningkatkan kunjungan wisata seiring semakin berkurangnya kasus aktif Covid-19. (ptr)