Rangkul Tokoh Agama dan Adat Cegah Covid-19

107
ilustrasi. (jawapos.com)

Semua pihak mesti terlibat dalam mencegah penyebaran Covid-19. Seperti tokoh agama dan adat yang memiliki peran yang besar dalam pencegahan. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD Sumbar dalam sosialisasi Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Dalam Menghadapi Pandemi Covid -19, di aula Kantor Bupati Agam, kemarin (19/10).

Anggota Komisi III Hidayat menyampaikan tokoh masyarakat ini memiliki peran besar dalam menyosialisasikan bahaya dan mencegah Covid-19. Misalnya dalam penyampaian ceramah di masjid atau mushala, nasihat dari mamak ke anak kemenakan.

Dia mengatakan pihaknya mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama untuk menyosialisasikan perda ini agar masyarakat patuh mengenakan masker, jaga jarak jika keluar rumah. Pihaknya berharap perda ini mampu membuat jumlah pasien positif terus menurun.

Dirinya meyakini dengan adanya perda ini dapat disosialisasikan dengan baik dan berdampak bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumbar Afrizal mengatakan sanksi pidana kepada masyarakat bukan tujuan utama dari perda ini. Katanya, perda ini merupakan yang pertama ada di Indonesia dan dibuat dalam waktu singkat namun sesuai dengan regulasi yang ada.

Baca Juga:  Light Up The Dream, Donasi Pegawai Listriki Warga Kurang Mampu

Menurut dia perda ini dibuat karena meningkatnya kasus positif Covid-19 dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, jaga jarak dan lainnnya. Sebelumnya ada Pergub yang mengatur masyarakat menerapkan protokol kesehatan namun tidak ada sanksi pidana sehingga masyrakat abai.

”Regulasi ini ada sanksi pidana dua hari atau denda uang bagi yang tidak mengenakan masker dan bagi pemilik usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Pjs Bupati Agam Benny Warlis menyampaikan di Agam sendiri juga dilakukan dengan mengandeng Forkopimda dan lembaga keagamaan dan adat. Bahkan, ada gerakan bersama dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 ini.

Benny mengakui angka positif Covid-19 ini memang ada dan mengalami tren peningkatan. Makanya, Pemkab Agam terus melakukan sosialisasi pencegahan pada seluruh lapisan masyarakat. (eko)