Melirik Kinerja PT BPR TIlatang Kamang, Kendalikan Biaya, Pertahankan Laba

25

Tak kunjung membaiknya ekonomi ditahun 2021 dan masih sulitnya pasar kredit membuat manajemen PT BPR Tilatang Kamang harus mencari celah agar tetap bisa menghasilkan pertumbuhan usaha. Buktinya, total asetnya masih bertumbuh, intermediasi juga masih berjalan baik dan kualitas aset produktif pun masih terpantau bagus.

“Alhamdulillah, walau tak seprogresif tahun 202 yang lalu namun kinerja PT BPR Tilatang Kamang di tahun 2021 masih tercapai cukup baik. Total Aset tercapai Rp 32,70 Miliar, realisasi kredit sebanyak Rp 14,51 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 25,70 Miliar. Sementara itu kualitas aset produktif juga masih terbilang bagus. Ratio NPL tercapai 4,13 persen, ratio BOPO tercapai 80,77 persen dan Laba Bersih Usaha tercapai sebesar Rp 632 Juta”, ujar Direktur Utama PT BPR Tilatang Kamang, Deli Yanti, didampingi Direkturnya Ria Setiawan.

Menurut Deli yanti, tidak tumbuh progresifnya realisasi aset sepanjang tahun 2021 tak terlepas dari kondisi pasar, terutama di pasar kredit. Segmen pasar kredit PT BPR Tilatang Kamang lebih didominasi kredit modal kerja untuk sektor perdagangan. Sektor ini nyaris tak bergerak karena dampak dari pandemic Covid. Ini pulah dasar pertimbangan manajemen untuk lebih menitik beratkan pada sisi efisiensi demi menjaga sustainable usaha.

Aset, Dana dan Biaya

Hingga akhir tahun 2021 tercatat total asset yang mampu dicatatkan oleh PT BPR Tilatang Kamang sebanyak Rp 32,70 Miliar. Realisasi Asset ini masih tertumbuh sebesar 4,91 persen secara year on year. Hal yang sama juga terlihat dari Dana Pihak Ketiga, sepanjang tahun 2021 tumbuh melandai. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 25,70 Miliar. Dana Pihak Ketiga ini bersumber dari dana tabungan sebanyak Rp 16,96 Miliar dan dana Deposito sebanyak Rp 8,74 Miliar.

Bagaimana dengan biaya? Inilah yang menjadi titik focus kinerja manajemen ditahun 2021. Sejumlah biaya dicoba untuk kelola dan dikendalikan sebaik mungkin agar bisa mempertahankan kinerja laba. Sejumlah pos biaya dilakukan efisiensi agar tak menggerus terlalu jauh pendapatan bunga.

Hingga 31 Desember 2021 tercatat total biaya operasi PT BPR Tilatang Kamang sebanyak Rp 2,98 Miliar. Realiasi biaya operasional ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan beban operasional tahun 2020 yang lalu. Realisasi biaya operasional menurun dibandingkan beban operasional tahun 2020 yang lalu dengan realisasi sebesar Rp 3,10 Miliar atau turun 3.23 persen secara year on year.

Sementara itu beban bunga tumbuh relative konstan. Bertumbuhnya beban bunga ini tak terlepas dari bertumbuhnya total Dana Pihak Ketiga. Total beban bunga yang musti dipikul selama tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 3,54 Miliar.

Baca Juga:   Barlius: PPDB Juni 2022, Sistem Zonasi Dekatkan Siswa dengan Sekolah

Kredit dan Pendapatan

Dari audit yang dilakukan akuntan public Abror & rekan tercatat total kredit yang mampu disalurkan PT BPR Tilatang Kamang sebanyak Rp 15,51 Miliar.

Walau kredit tak bertumbuh, namun kondisi menarik justru terpantau pada pada pendapatan bunga. Hingga per 31 Desember 2021 tercatat total pendapatan bunga sebesar Rp 3,54 Miliar. Peningkatan pendapatan bunga ini dikontribusi oleh pertumbuhan pendapatan bunga atas penempatan dana antar bank milik PT BPR Tilatang Kamang. Meningkatnya pendapatan bunga dari tresurry ini juga menujukkan bahwa PT BPR Tilatang Kamang sepanjang tahun 2021 mengalami surplus likuiditas. Sementara pendapatan lainnya tercatat sebanyak Rp 145 Juta sehingga secara akumulasi total pendapatan yang dapat dibukukan selama tahun 2021 sebanyak Rp 3,69 Miliar.

NPL, BOPO dan Laba

Pertumbuhan usaha yang melandai ditahun 2021 mampu diimbangi dengan peningkatan kualitas asset produktif. Buktinya sejumlah indicator utama kinerja keuangan masih mampu dicapai dengan baik. Sejumlah ratio keuangan terlihat masih bagus dan cukup terkendali.

Seperti kualitas kredit. Hingga per 31 Desember 2021 tercatat ratio Non Performance Loan sebesar 4,15 persen. Sementara itu dari ratio biaya terlihat jauh lebih bagus.

Ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO) hingga akhir Desember 2021 tercatat 80,77 persen. Ini adalah pencapaian BOPO terbaik selama lima tahun belakangan yang mampu dibukukan PT BPR Tilatang Kamang.

“Aset yang bertumbuh, pendapatan yang meningkat dan biaya yang terkendali membuat kinerja laba membaik secara year on year. Total laba bersih usaha yang mampu dibukukan hingga akhir tahun 2021 tercatat sebanyak Rp 632 Juta”, ujar Deli Yanti.

BPR Tilatang Kamang merupakan salah satu BPR yang beroperasi diwilayah Kabupaten Agam. BPR yang berpusat di Pakan Kamih Tilatang Kamang ini dalam menjalankan operasionalnya ditopang oleh dua kantor kas.

Dalam lima tahun terakhir, PT BPR Tilatang Kamang terpantau berkinerja cukup stabil. Selain total asset yang konsisten bertumbuh, kualitas asset produktifnya juga terbilang bagus. Tahun 2020 yang lalu PT BPR Tilatang Kamang meraih apresiasi Infobank Award dengan predikat berkinerja sangat bagus.

“Alhamdulilah tahun 2021 sudah mampu kita lewati dengan baik. Semoga saja ditahun 2022 ini PT BPR Tilatang Kamang bisa jauh lebih baik lagi. Untuk itu kami membutuhkan dukungan dari semua pihak”, tukas Deli Yanti. (two)