Jalur Bukittinggi-Medan Mulai Dilewati Truk

30
ilustrasi. (net)

Jalan Raya Lintas Sumatera yang menghubungkan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, tepatnya di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, kemarin sudah bisa dilewati kendaraan, termasuk truk, meski masih dalam sistem buka tutup. Usai, jalur itu dilaporkan amblas di sisi kanan sepanjang 25 meter, Senin (21/9).

Camat Palupuah, Hasrizal melaporkan, kendaraan jenis truk dan bus sudah dapat melintas secara bergantian dengan sistem buka tutup. Kendati begitu, pengendara diminta hati-hati karena jalanan licin dan berlumpur. “Sudah bisa lewat truk dan bus. Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah III juga sudah memberikan penanganan darurat,” katanya, Selasa (22/9).

Hasrizal menjelaskan, lokasi yang berada di KM 26 itu, sejatinya dalam perbaikan oleh pemerintah pusat. Karena curah hujan ekstrem selama tiga hari belakangan, di mana lokasi proyek mengalami kerusakan terkikis air hujan.

“Bukan titik longsor baru sebenarnya, hanya titik lokasi proyek yang sedang berjalan jadi terganggu. Karena itu langsung ditangani oleh pelaksana proyek dengan mengikis tebing sisi kiri jalan,” jelasnya.

Baca Juga:  Rangkul Tokoh Agama dan Adat Cegah Covid-19

Jalur tersebut cukup berbahaya, sebab sisi kanan jalan terban sedalam 8,5 meter. Tanah bekas kikisan tebing juga disapu air hujan sehingga membuat permukaan jalan dipenuhi lumpur.

Diberitakan sebelumnya, titik jalan penghubung Kota Bukittinggi menuju Medan itu sudah mengalami amblas sejak Sabtu, (19/9). Kondisi cuaca yang buruk sejak tiga hari terakhir ditambah kontur tanah yang labil mengakibatkan kerusakan jalan makin parah. Puncaknya, Senin (21/9) dini hari, jalan terban mencapai sepanjang 25 meter.

“Dua alat berat telah beroperasi di lokasi. Sedangkan penanganan darurat di titik yang amblas dipasang bronjong,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal. (p)