Rumah Semi Permanen Terbakar, Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 150 Juta

Warga Nagari Kamanghilia, Kecamatan Kamangmagek, Kabupaten Agam, bergotong royong membantu memadamkan api yang melahap rumah semi permanen milik Amrizal, 65, pada Jumat (24/4). (IST)

Satu unit rumah semi permanen milik Amrizal, 65, warga Nagari Kamanghilia, Kecamatan Kamangmagek, Kabupaten Agam, hangus terbakar, Jumat (24/4). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB dan tidak ada korban jiwa.

Camat Kamangmagek, Rio Eka Putra membenarkan hal itu. Ia menyebutkan, informasi dari warga sekitar bahwa saat terjadi kebakaran Amrizal sedang tidak ada di rumah. “Tetapi, ada warga yang melihat asap ke luar dari rumah Amrizal. Warga itu pun masuk, ternyata api sudah sampai ke loteng dan ia memberi tahu warga lainnya,” ujarnya.

Hanya sekitar 20 menit, rumah Amrizal ludes di mamah api. Sehingga tidak ada satupun peralatan rumah tangga yang dapat diselamatkan.

Sebelum pemadam kebakaran Agam datang memberikan pertolongan, warga berupaya padamkan api dengan semampunya. Namun semua sia-sia, karena api semakin membesar.
“Damkar sampai di lokasi api besar sudah surut dan petugas pun melakukan penyemprotan untuk memastikan api benar-benar sudah padam,” kata Rio Eka Putra.

Petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kejadian. Sementara untuk kerugian ditaksir sekitar Rp 150 juta.

Kapolsek Tilatangkamang, AKP Lirman yang dihubungi melalui telepon selulernya mengaku telah mengirimkan jajarannya untuk mengetahui sebab pasti kebakaran. “Mobil damkar sampai di lokasi, saat tidak ada lagi yang bisa diselamatkan. Kami masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah kerugian serta penyebab kebakaran itu,” singkatnya.

Lirman juga menyebut, sebanyak tiga mobil pemadam kebakaran sampai di lokasi untuk membantu proses pendinginan sekaligus memastikan api benar-benar padam. “Rumah semi permanen itu berukuran 10 meter x 15 meter. Api berhasil dipadamkan oleh tiga unit Damkar Agam sekira pukul 11.45 WIB. Atas kejadian tersebut korban jiwa nihil dan kerugian materi yang dialami korban lebih kurang Rp 150.000.000,” pungkas Lirman. (ryp)