Jalur Simaka Kembali Tertutup, Malalak Longsor Lagi

Jalur Sicincin Malalak selama ini menjadi alternatif jalan penghubung orang menuju Kota Bukittinggi. (net)

Bencana longsor kembali melanda wilayah Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Rabu (24/6). Material longsor lagi-lagi memutus jalur Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka). Akses lalu lintas pengguna jalan sempat lumpuh dua jam.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi Rabu (24/6) siang sekitar pukul 11.45. Persisnya, di Jorong Limobadak, Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak. Warga sekitar sempat membersihkan jalur yang tertutup secara swadaya sebelum dituntaskan menggunakan alat berat.

Camat Malalak, Ricky Eka Putra menyebut, bebatuan Bukik Baapik kembali terban dan menimpa badan jalan di kawasan yang masih berdekatan dengan titik longsor tiga hari lalu. Jalur Simaka kembali tertutup sepanjang lebih kurang 5 meter. ”Jalan sempat putus dan tak bisa dilewati kendaraan. Dua jam kemudian setelah dibersihkan dengan gotong royong baru bisa dilintasi pengendara bermotor dengan sangat hati-hati,” sebut Ricky.

Jalur tersebut, lanjut Camat, benar-benar terbuka kembali sekitar pukul 16.30 dengan bantuan alat berat. Menurutnya, terbannya kembali bebatuan Bukik Baapik tersebut, karena kontur tanahnya yang labil. Terlebih kalau diguyur hujan.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk ekstra berhati-hati ketika melintas di jalan kawasan Malalak, sebab kondisi cuaca ekstrim belum stabil hingga kini. Sekaligus disarankan untuk tidak melintas di jalur alternatif tersebut pada malam hari.

”Kondisi sekarang masih rawan dan hujan. Untuk malam hari, baik hujan maupun tidak, masyarakat disarankan untuk tidak lewat jalur itu. Harapan kita, tentu bencana ini tidak terjadi lagi,” imbaunya.

Kabid KL BPBD Kabupaten Agam, Syafrizal mengaku, akses jalur Simaka sudah kembali normal. Sejak penanganan longsor beberapa waktu lalu. Dikatakannya, alat berat DPUPR Sumbar telah stand by di lokasi, hanya saja sempat butuh waktu menunggu operatornya. ”Longsornya bertepatan dengan lokasi longsor beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Sebelumnya, bencana longsor juga melanda empat titik wilayah Agam, Minggu (21/6). Hingga Senin pagi, tim siaga bencana dibantu masyarakat setempat masih bahu-membahu membersihkan lokasi.

Pertama, longsor di Tanjungraya persisnya di Jorong Mukojalan, Nagari Tanjungsani. Material longsoran menimbun ruas jalan salingka Danau Maninjau, merusak tiga unit rumah warga dan satu mushala.

Tiga titik lain yakni, longsor di bukik Batu Baapik, menerjang wilayah Matur, Palembayan dan Malalak sekitar pukul 20.00. Meterial longsor menimbun ruas jalan provinsi Palembayan-Matur dan Jalur lintas Sumatera di ruas Sicincin-Malalak-Balingka sepanjang minggu malam.

Titik longsor di ruas jalan Palembayan-Matur menyebar di wilayah jorong Silungkang Nagari III Koto Silungkang dan terparah di Sungaitaleh, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan. Akses lalu lintas di jalur ini sempat putus total semalam. Sedangkan di Kecamatan Malalak longsor persisnya di kawasan Nagari Malalak Utara.  Selain longsor di empat titik tersebut, bencana banjir juga menghantam wilayah Kecamatan Ampeknagari. (p)