Jual Satwa Langka, Sopir Travel Dibekuk

26
Petugas gabungan mengamankan HJ beserta dua ekor satwa kukang di Pasar Bawan, Agam, Rabu (24/3). (IST)

Seorang sopir travel lintas Pasaman-Pekanbaru berinisial HJ diciduk tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dan Satreskrim Polres Agam. Pria berusia 44 tahun itu diduga akan memperniagakan dua ekor satwa langka dan dilindungi, jenis kukang.

Operasi penangkapan pelaku berlangsung di kawasan Pasar Bawan, Kecamatan Ampeknagari, pada Rabu (24/3). Ia diamankan beserta dua ekor satwa kukang, satu unit sepeda motor dan perangkat telpon genggam yang digunakan dalam menjalankan aksinya.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra mengatakan, pelaku yang merupakan warga Lubuksikaping, Kabupaten Pasaman itu sudah diamankan di Mapolres Agam. Sedangkan  barang bukti berupa dua ekor kukang dititiprawatkan ke BKSDA saat ini.

”Pelaku HJ ini memang sudah lama kami pantau. Baru sekitar pukul 15.30 kemarin (Rabu, red) di sebuah warung di Pasar Bawan, ia berhasil ditangkap,” kata Ade, Kamis (25/3).

Pihaknya lanjut Ade, sudah mencurigai keterlibatan pelaku dalam perdagangan satwa dilindungi antar-provinsi sejak tahun 2020. Modus pelaku biasanya dengan menggunakan angkutan sewa travel.

Bisnis terlarang HJ itu akhirnya terhenti saat akan mencoba menjual dua ekor kukang pada pembeli di Pasar Bawan. Tim gabungan berhasil menggagalkannya usai menerima informasi dari masyarakat.

”Saat ditangkap kami dapati dua ekor satwa kukang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Satwa yang terancam punah ini disimpan dalam dua buah kotak kecil bekas bola lampu,” katanya.

Satwa bernama latin Nycticebus coucang itu imbuhnya, tampak sangat stres. Kondisi demikian menurutnya dipengaruhi karena satwa kesulitan bergerak selama ditempatkan di kotak yang sempit. “Satwa akan segera dilepasliarkan kembali ke alam setelah penyidik berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum,” katanya.

Atas perbuatannya, HJ yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu akan dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sanksinya berupa penjara pidana paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Kukang sendiri tambah Ade, merupakan jenis primata yang dilindungi oleh peraturan perundangan di Indonesia. Dalam skala internasional status konservasinya adalah terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan. (p)

Previous articleMiliter Myanmar Geledah Rumah Warga, Tembak Mati Bocah 7 Tahun
Next articlePeriode Tintin Bakal Berlanjut