Empat Jam, Terjadi Dua Kebakaran

Ilustrasi. (net)

Insiden kebakaran terjadi di dua lokasi Kabupaten Agam, Jumat (26/6). Di Nagari Lubukbasung api melalap satu unit rumah milik pegawai PDAM. Sementara di Nagari Panampuang, si gulambai menghanguskan rumah seorang lansia.

Kebakaran pertama terjadi di pemukiman Bawah Simpang III, Jorong Sangkia, Lubukbasung. Amukan api menghanguskan sebuah rumah milik Rika Permata Sari, 36 tahun. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian ditaksir puluhan juta rupiah.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Agam, Kurniawan Syahputra menyebut, kabakaran di Bawah Simpang III itu terjadi sekitar pukul 09.50 WIB. Pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk menjinakkan api.

“Rumah itu dihuni sembilan orang anggota keluarga dengan pemilik rumah diketahui bernama Rika Permata Sari, Karyawan PDAM Tanjungmutiara. Api yang ditiup angin sempat menghanguskan rumah pada bagian atap, loteng dan ruang kamar serta peralatan rumah,” katanya.

Kronologis dari peristiwa itu, sambung Kuniawan, bermula dari seorang warga yang hendak ke sawah melihat ada asap tebal pada rumah korban. Api diduga berasal dari salah satu kamar. Saksi ini langsung melaporkan kepada warga lainnya dan melaporkan ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam. “Saat kebakaran terjadi, yang berada di dalam rumah hanya ibunda dari Rika. Api berhasil dijinakkan kira-kira satu jam kemudian,” paparnya.

Penyebab kebakaran sendiri masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Atas kejadian itu menimbulkan kerugian sekitar Rp 75 juta, sebab atap dan kasur yang rusak tidak dapat dipergunakan lagi.

Sekitar empat jam berselang setelah musibah di Bawah Simpang III, kebakaran juga terjadi di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampekangkek, persisnya di Jorong Suraulabuah. Api melalap satu unit rumah semi permanen milik Zaharuddin, 80 tahun.

Berkat kesigapan warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran, api dengan cepat dapat dipadamkan. Kebakaran pun tidak meluas ke rumah-rumah sekitar di wilayah permukiman padat itu.

“Satu rumah lagi di Suraulabuah dihuni sendiri oleh seorang lansia bernama Zaharuddin. Sumber api diduga dari korsleting arus pendek tapi ini masih akan didalami,” imbuh Kurniawan.

Peristiwa kedua itu, lanjut Kadis, terjadi sekitar pukul 13.40. Pihaknya mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran dibantu satu mobil pemadaman dari Damkar Kota Bukittinggi.

Beruntung juga tidak ada korban jiwa dari musibah itu. Kerugian materi yang dialami korban diprediksi juga mencapai angka Rp 75 juta, sebab menghanguskan rumah semi permanen ukuran 6×7 meter beserta isi rumah. “Totalnya ada sekitar Rp 150 juta nilai kerugian dari dua musibah hari ini,” terangnya. (p)