Tertimbun Longsor usai Hujan Lebat, Bukittinggi-Medan Lumpuh 4 Jam

68
ilustrasi. (dok.JawaPos.com)

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam kembali memicu bencana longsor, kemarin (26/11) pagi. Insiden itu terjadi di Kenagarian Kotorantang, Kecamatan Palupuah, persisnya di depan Kantor Nagari setempat. Material longsor menimbun badan jalan Lintas Sumatera jalur Bukittinggi-Medan. Akibatnya, akses lalu lintas pengguna jalan sempat lumpuh sekitar empat jam.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal menyebut, bencana longsor terjadi selepas waktu Subuh, sekitar pukul 05.45. Material longsoran selebar 15 meter dan tinggi semeter itu menimbun ruas jalan Bukittinggi-Medan sehingga tidak bisa dilewati. ”Seketika dapat laporan kejadian itu, kami langsung koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah III untuk upaya penanganan,” kata Syafrizal.

Pembersihan material lanjutnya, menggunakan dua unit alat berat. Masing-masing, satu unit ekskavator dan satu unit loader dari BPJN wilayah III dan satu ekskavator lagi dari dinas PU provinsi. Jalan baru bisa dibuka dan dilewati menjelang pukul 10.00. Melibatkan Satgas BPBD Agam dan pihak balai jalan bersama aparat kepolisian dan TNI dibantu pihak kecamatan, nagari beserta masyarakat.

Atas kejadian itu, ia mengimbau masyarakat pengguna jalan supaya tetap waspada dan hati-hati melintas di jalur bekas longsoran. Selain potensi longsor bisa kembali terjadi, kondisi jalan juga masih licin sebab sisa-sisa material masih ada. ”Akhir-akhir ini curah hujan di Agam memang cukup tinggi, sehingga masyarakat diminta tetap waspada dan siaga. Apalagi daerah ini rentan bencana seperti banjir dan longsor plus pohon tumbang,” jelasnya.

Baca Juga:   Barlius: PPDB Juni 2022, Sistem Zonasi Dekatkan Siswa dengan Sekolah

Kemudian, ia juga meminta semua pihak agar saling bekerja sama dalam hal pencegahan dan penanganan bencana secara terpadu. Mengingat, pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana terutama mengurangi risiko bencana atau mitigasi bencana.

Selain di Kotorantang, bencana longsor juga dilaporkan melanda wilayah Jorong Limobadak, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Material longsoran menimbun badan jalan jalur Sicincin-Malalak-Balingka (Simaka), tepatnya di kawasan Batubaapik.

Camat Malalak, Ricky Eka Putra menjelaskan, longsor terjadi dampak hujan lebat yang melanda wilayah itu. Material longsor menutupi jalan sepanjang 50 meter, dengan ketinggian sekitar 30 cm.

Akses jalan provinsi itu katanya, sempat putus total beberapa jam. ”Saat ini telah dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup. Alat berat dari provinsi telah di lokasi melakukan pembersihan. Upaya penanganan juga melibatkan Forkopimca bersama masyarakat,” katanya.

Menurut camat, lokasi kejadian merupakan titik longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan, sangat rentan terjadi bencana ketika hujan melanda wilayah itu. ”Kita imbau masyarakat tetap waspada melewati jalur itu, karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” ujarnya. (p)