BLT APBD Agam Mulai Disalurkan

60
Ilustrasi bantuan. (INTERNET)

Pemerintah Kabupaten Agam mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBD kabupaten itu, Rabu (27/5). Bantuan dampak pandemi Covid-19 tersebut akan diserahkan untuk sekitar 32.733 Kepala Keluarga, atau sekitar 22 persen dari seluruh Kepala Keluarga yang ada di Kabupaten Agam.

“BLT kabupaten dimulai penyalurannya hari ini (kemarin, red) dan direncanakan akan rampung pada Minggu Pertama bulan Juni,” kata Bupati Agam, Indra Catri saat penyerahan BLT di Nagari Pasialaweh, Kecamatan Palupuah, kemarin.

Penyalurkan BLT kabupaten lanjutnya, sengaja dilakukan pada saat terakhir dengan tiga pertimbangan. Yakni untuk menggenapi sasaran BLT yang lainnya. Lalu, menutup pengurangan sasaran akibat perubahan regulasi dari BLT yang ada. Kemudian, menampung sasaran baru yang dinilai berhak mendapat bantuan namun belum terdata oleh Tim survey Pemerintah Nagari.

Dijelaskan, Kabupaten Agam sengaja merubah salah satu jenis bantuan beras dan sembako yang diberikan pada bulan pertama menjadi BLT pada bulan kedua ini dalam rangka melengkapi pemberian bantuan terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 di Agam. Khususnya yang belum terakomodir dalam lima jenis BLT terdahulu.

Di bulan pertama menghadapi pendemi Covid-19, Kabupaten Agam sudah menyalurkan bantuan bantuan beras, sayur, garam dan buah-buahan. Bantuan itu menyasar sekitar 28 persen KK yang terdaftar dalam DTKS dengan memanfaatkan dana APBD Kabupaten Agam.

Sejalan dengan itu, juga disalurkan bantuan untuk masyarakat terkena dampak Covid-19 lainnya, seperti mubaligh, guru mengaji, guru TPA/MDA, garin mesjid, guru honor dan operator sekolah, petugas jaga sekolah, penggiat wisata, pelaku seni dan budaya, wartawan, dan pegawai THL sebanyak 9.849 Orang.

Tercatat juga bantuan yang diberikan oleh para donatur dan pihak ketiga seperti organisasi perantau masing-masing nagari, Ikatan Alumni Sekolah, perusahaan dan dontur lainnya yang penyebarannya dilakukan sesuai dengan aspirasi para donatur tersebut.

Memasuki bulan kedua Pendemi Covid-19, Pemkab Agam menyalurkan bantuan tahap kedua yaitu berupa BLT yang akan menyasar sekitar 65 persen dari jumlah KK. Bantuan PKH Kemensos untuk sekitar 13 persen dari jumlah KK, 14 persen BST Kemensos, 7 persen BLT Provinsi, 8 persen BLT Dana Desa/Nagari, 22,2 persen BLT Kabupaten Agam dan 1 persen bantuan berasal dari donatur atau pihak ketiga. Kecuali bantuan yang berasal dari BLT Kabupaten, menjelang Idul Fitri kemaren seluruh jenis bantuan tersebut telah disalurkan.

“PKH, BLT provinsi dan nagari sudah rampung. BST Kemensos jalan 12 persen sesuai tahapan dari pusat. Dengan demikian tercatat sudah 41 persen dari 43 persen total dana sudah tersalur. Sisanya, sekitar 2 persen akan tuntas disalurkan sampai akhir bulan Mei 2020,” paparnya.

Khusus BLT Kabupaten yang mulai disalurkan, tambah Bupati, diharapkan dapat menggenapi sekaligus menuntaskan pemberian bantuan kepada masyarakat yang betul-betul berhak mendapatkannya. Artinya, yang sudah diputuskan oleh Pemerintahan Nagari melalui Musyawarah Nagari Khusus.

BLT tersebut diberikan sebesar Rp 600.000 kepada masing–masing Kepala keluarga yang dinilai berhak menerima, dan direncanakan akan disalurkan selama tiga bulan kedepan.

Lebih lanjut Indra Catri meminta kepada seluruh aparatur terkait di jajaran Pemkab Agam sampai ke nagari agar betul-betul menuntaskan pemberian bantuan ini secara transparan. Hal ini dibuktikan dengan pemasangan stiker sesuai dengan jenis bantuannya.

“Saya melihat masih banyak rumah masyarakat penerima bantuan yang belum dipasang stiker sesuai dengan jenis bantuannya. Kepada seluruh masyarakat diminta bersabar menunggu gilirannya, tidak perlu ribut-ribut, ndak buliah curang, hindari fitnah, hindari ghibah, jan basiarak, tetap di rumah sajo. semoga korona ini cepat tuntas di Kabupaten Agam,” pungkas Indra Catri. (p)