Jalan Kelok 10 Amblas, Kelok 44 Ditutup

Kelok 10 di Jalan Lintas Kelok 44 terban pasca hujan lebat di kawasan tersebut, Minggu (26/7). (IST)

Ruas jalan Kelok 44, persisnya di Kelok 10 amblas pasca-diguyur hujan lebat, Minggu (26/7) malam. Lalu lintas di sana pun terganggu. Bahkan, jalur penghubung Maninjau-Matur menuju Bukittinggi tersebut, ditutup sementara waktu untuk kendaraan roda empat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal menyebut, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.15. Nyaris sebagian bahu jalan di Kelok 10 longsor. “Wilayah sekitar Kelok 44 yang diguyur hujan sejak kemarin sore (Minggu (26/7), red), mengakibatkan terjadinya longsor jalan di Kelok 10,” kata Syafrizal.

Sehingga, imbuhnya, akses yang melewati Kelok 44 terpaksa ditutup beberapa hari ke depan. Mengingat, kondisi jalan itu cukup membahayakan, terutama bagi kendaraan roda empat. Hal itu lantaran jalan yang amblas sepanjang 10 meter, dengan lebar 2,5 meter. Sedangkan sepeda motor, masih bisa lewat dengan catatan tetap berhati-hati dan selalu waspada.

Untuk penanganan kejadian tersebut, katanya pihak terkait telah turun langsung ke lokasi kejadian. BPBD Agam juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, nagari dan TKSK untuk melakukan pendataan.

“Pemasangan rambu dan papan informasi telah dilakukan di kedua sisi jalan, guna menghindari korban jiwa. Untuk sementara, arus lalu lintas melewati Kelok 44 dialihkan ke Palembayan,” tuturnya.

Sekretaris BPBD Agam, Hardoni, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam, karena cuaca ekstrem beberapa hari belakangan. Setidaknya, serangkaian bencana berupa banjir dan tanah longsor, sudah terjadi di beberapa titik wilayah Agam dalam sepekan terakhir.

“Agam bencana di mana-mana. Banjir di wilayah Tanjungmutiara, longsor di Lubukbasung, dan longsor lagi di Kelok 44. Rata-rata dipicu cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi. Jadi, masyarakat harus selalu waspada saat ini,” imbaunya.

Menyikapi terjadinya bencana, pihaknya sudah menyiapkan peralatan evakuasi dan personel di setiap titik rawan bencana. “Kita selalu siaga bencana 24 jam. Sekali lagi kami imbau warga harus ekstra waspada. Terlebih yang tinggal dekat bukit,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Sumbar, Fathol Bari didampingi Kabid Bina Marga Dedi Rinaldi dan Ka UPTD Wilayah Agam, Yunita Dwirima, mengatakan perbaikan badan jalan yang terban di Kelok 10 belum mendapat titik terang hingga Senin (27/7).

Awalnya, imbuh Fathol, Dinas PUPR Sumbar hendak memasang jembatan bailey di sana. Namun, setelah dianalisa, tidak ditemukan tempat yang pas untuk pemasangan fondasi jembatan bailey itu. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kajian lebih mendalam sebagai solusi pebaikan jalan tersebut hari ini (28/7). (z/p)