20 Perantau di Agam Masih Jalani Isolasi Mandiri

Ilustrasi. (sumber: IST)

Nagari Pasia, Kecamatan Ampekangkek kedatangan 71 perantau yang berasal dari Jakarta, Riau, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Sebanyak 51 perantau telah menyelesaikan isolasi. Sedangkan sisanya 20 orang masih menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Sampai kini, anak kemenakan kita yang pulang dari rantau berjumlah 71 orang. Alhamdulillah, 51 orang sudah menyelesaikan proses isolasi dan sisanya 20 orang masih isolasi mandiri di rumah masing-masing,” ujar Wali Nagari Pasia, Amri Yusra.

Dijelaskan, isolasi mandiri yang diterapkan pihaknya sesuai dengan arahan Bupati Agam, Indra Catri, agar anak kemenakan yang baru pulang dari rantau bersedia untuk diisolasi selama 14 hari sebelum bergaul dengan masyarakat ramai. Kebijakan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Seperti yang sering disampaikan bapak bupati, pemerintah nagari dan masyarakat adalah garda terdepan pemutus penyebaran Covid-19. Melalui kerja sama pemerintah nagari dan masyarakat, Insya Allah transmisi lokal penyebaran Covid-19 dapat ditekan mendekati zero,” tukas Amri Yusra.

Ditambahkan, pada awalnya memang ada resistensi dan penolakan dari sebagian kecil perantau ini. Namun setelah diberi pengarahan dan penjelasan, mereka dapat mengerti. Bahkan saat ini para perantau berinisiatif sendiri untuk melapor dan bersedia mengisolasi mandiri di rumah masing-masing. Warga masyarakat pun ikut berperan aktif melaporkan dunsanak-dunsanaknya yang baru pulang dari rantau.

“Alhamdulillah, masyarakat Nagari Pasia memiliki kesadaran yang tinggi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Bagi kami pepatah maminteh sabalun anyuik, malantai sabalun lapuak, ingek-ingek sabalun kanai sangatlah penting,” ujar Amri. (ryp)