Pantauan Padang Ekspres saat melintasi jalan tersebut, Selasa (2/8) tampak ruas jalan yang sudah rusak parah, jarak antara satu lubang ke lubang yang lain pun sangat dekat. Akibatnya kemacetan pun timbul ketika pengendara melewati akses tersebut.
Begitu panjang ruas jalan yang telah berlubang dan cukup dalam. Bahkan ada warga yang menaruh tanaman sebagai penanda. Jika pengendara tidak berhati-hati kecelakaan bisa saja terjadi di daerah tersebut.
Beberapa pengendara pun ikut merasakan kerusakan ruas jalan tersebut. Bahkan ada pengendara yang mengaku hampir mengalami kesulitan saat melintasi melewati jalannya.
"Jangankan selisih mobil dengan mobil, mobil dan motor saja sudah hampir celaka, apalagi kalau orang-orang baru yang lewat sini, tidak tahu kondisi jalan seperti ini, bisa-bisa jatuh," ungkap Erik, seorang pengendara dari arah Padang yang melewati akses jalan Payakumbuh-Lintau.
Menurut Erik ruas jalan tersebut sudah seharusnya diperbaiki karena dapat membahayakan pengendara. Selain Erik, pengendara lainnya yang terpantau juga terlihat kesulitan melalui ruas jalan tersebut, apalagi pengendara motor yang bisa saja tergelincir dan jatuh.
Oki, salah seorang pengguna jalan menyebutkan kerusakan tersebut seringkali membuat pengguna jalan khususnya mobil merasa pusing dan mual. Akibat jalan yang bergelombang ketika dilewati karena lubang-lubang yang ada.
"Jujur saja, saja sudah melewati jalan ini beberapa kali, tapi tetap saja mabuk usai lewat sini. Sudah separah ini masih belum ada perbaikan. Ini sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah," jelasnya.
Dia juga menyebutkan jalan tersebut tidak hanya dilintasi orang daerah sekitar, namun juga jalan yang dilewati orang yang menuju Payakumbuh hingga Lintau.
"Apalagi kalau hari hujan dan juga dilewati ketika malam hari, akan jadi rawan kecelakaan kalau masih begini. Kondisi jalan juga gelap," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Datuak Bandaro Rajo kepada Padang Ekspres, Selasa (2/8) menyebutkan terkait perbaikan jalan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat supaya diperbaiki karena sudah mengalami kerusakan. Apalagi rawan kecelakaan serta mengganggu lalu lintas akses barang dan orang.
"Tahun ini ada yang diperbaiki, namun tidak sesuai dengan titik yang kita harapkan. Karena itu tahun depan kita harapkan kepada Pak Gubernur melanjutkan pembangunan dan rehabilitasi jalan ini," katanya ketika dikonfirmasi usai membuka acara 'Padek-Paragon Go to School 2022' di SMA N 1 Lareh Sago Halaban.
Menurut dia pembangunan jalan tersebut merupakan wewenang Pemprov Sumbar sehingga pemkab mengusulkan dan mendorong Pemprov memprioritaskan pembangunan jalan tersebut.
Dia juga menuturkan akibat jalan rusak tersebut alur transportasi menjadi terganggu. Kemudian berpengaruh pada efisiensi waktu karena jaraknya singkat namun membutuhkan waktu tempuh yang lebih lama.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat atau pengusaha yang melewati jalan itu agar memperhatikan bobot kendaraannya. Pasalnya, banyak kendaraan yang lewat melebihi batas yang membuat kerusakan jalan semakin parah.
"Ini akan mempersulit ekonomi kita bertumbuh, kemudian kami mengingatkan kepada pengusaha memperhatikan tonase kendaraannya agar tak berdampak kerusakan makin parah," katanya (cr4) Editor : Admin Padek