Dalam keterangannya, Nevi menjelaskan bahwa pemisahan unit bisnis memungkinkan setiap entitas yang dipisahkan beroperasi lebih mandiri, sehingga proses bisnis tidak terhambat birokrasi di tingkat perusahaan induk.
“Meningkatkan fokus bisnis, agar unit yang dipisahkan bisa beroperasi lebih mandiri dan efisien, tanpa terhambat birokrasi perusahaan induk,” ujar Nevi.
Politisi PKS itu menilai pemisahan unit tertentu juga dapat membuka peluang bagi masuknya investor yang memiliki minat khusus pada bidang-bidang tertentu, seperti teknologi. Ia menyebutkan bahwa strategi ini dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui penempatan investasi yang lebih tepat sasaran. “Menarik investor yang lebih tepat, karena beberapa investor hanya tertarik pada segmen tertentu, misalnya teknologi atau energi,” jelas Legislator Sumbar II tersebut.
Nevi menambahkan, restrukturisasi melalui pemisahan unit bisnis juga dapat membantu penataan ulang struktur modal.
Menurutnya, langkah ini berpotensi memperbaiki keseimbangan keuangan perusahaan induk maupun entitas baru yang akan dibentuk. “Restrukturisasi keuangan, untuk membantu mengurangi utang atau menyeimbangkan struktur modal antara perusahaan induk dan anak usaha,” ujarnya.
Meski demikian, Nevi mengingatkan bahwa proses spin-off membutuhkan biaya besar dan harus dilakukan secara terukur.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas keuangan perusahaan induk serta memastikan valuasi aset dilakukan secara akuntabel. Ia juga menyoroti potensi penurunan pendapatan perusahaan induk akibat aset yang tidak lagi berkontribusi pasca pemisahan.
“Ini akibat dari pasca spin-off, di mana perusahaan induk dapat mengalami penurunan pendapatan karena aset yang dipisahkan tidak lagi berkontribusi pada laporan keuangan mereka,” kata Nevi.
Legislator ini juga mengingatkan risiko volatilitas harga saham dalam jangka pendek setelah pembentukan entitas baru, terutama pada awal perdagangan ketika pasar melakukan penyesuaian. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan saham negara dan mengantisipasi dinamika harga tersebut.
Nevi meminta Telkom segera membangun sinergi baru yang lebih efektif antara perusahaan induk dan entitas hasil pemisahan. Ia mengingatkan bahwa sebelum spin-off, integrasi bisnis antarunit memberikan manfaat seperti akses pembiayaan, pinjaman antarperusahaan, dan konsolidasi aset.
“Manajemen Telkom tetap fokus pada operasi bisnis inti. Buatlah tim khusus untuk proses ini, agar kinerja Telkom tetap stabil,” imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Nevi memastikan Komisi VI DPR akan terus memantau proses pemisahan unit bisnis Telkom. Ia menyatakan komitmen untuk berkoordinasi dengan perusahaan guna memastikan seluruh langkah yang ditempuh sesuai ketentuan dan berjalan optimal.
“Komisi VI DPR akan terus memantau proses pengalihan ini dan akan berkoordinasi dengan Telkom untuk memperoleh perkembangan serta memastikan langkah yang ditempuh berjalan sesuai ketentuan,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto