Aksi kemanusiaan ini dilakukan melalui skema PKM Darurat Bencana hasil kolaborasi dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Ketua Tim Pengabdian Tanggap Darurat Bencana UNP 2025, Dony Novaliendry, menyatakan program ini mencakup lima judul PKM yang telah disetujui untuk dilaksanakan di berbagai lokasi terdampak. Salah satu tim dialokasikan khusus menangani Kota Padang, sedangkan tim lain tersebar di Kabupaten Agam dan daerah terdampak lainnya.
“Khusus untuk Kota Padang, fokus utama kami pada sanitasi dan lingkungan. Namun, berdasarkan arahan kementerian, kami juga membantu distribusi logistik mengingat banyak kawasan terdampak bencana hidrometeorologi baru-baru ini,” jelas Dony saat penyaluran bantuan logistik di Karang Taruna Tunas Harapan Koto Luar, Kamis (18/12/2025).
Berdasarkan hasil survei dan koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang serta rekomendasi pihak kecamatan, kebutuhan mendesak warga Kecamatan Pauh adalah bahan baku dapur umum dan peralatan masak.
Tim PKM UNP menyalurkan bantuan di tiga titik pengungsian utama, yaitu dapur umum SMPN 44 Padang, dapur umum banjir bandang Karang Taruna Tunas Harapan Koto Luar, dan dapur umum SDN 10 Lambung Bukit.
“Bantuan yang disalurkan mencakup beras, telur, minyak goreng, cabai, dan peralatan masak lainnya,” ungkap Dony.
Selain logistik, tim PKM UNP juga fokus pada pembersihan sanitasi air, pengadaan tandon air, serta penyediaan kamar mandi portable di empat kecamatan di Kota Padang. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi masalah air bersih yang berbau dan keruh akibat bencana.
PKM UNP tidak bekerja sendiri. Tim ini menjalin sinergi dengan perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Andalas (Unand) dan ISI Padangpanjang, untuk memperluas jangkauan bantuan.
“Kami berharap bantuan ini bermanfaat dan menjangkau titik yang mungkin belum terjamah bantuan lain. Distribusi terus kami pantau agar tepat sasaran,” pungkas Dony.(*)
Editor : Heri Sugiarto