Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Permintaan MBG Dorong Harga Ayam Potong di Padang Merangkak Naik

Mengki Kurniawan • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:03 WIB

Salah satu peternakan ayam potong di kawasan Jalan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (5/1/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Salah satu peternakan ayam potong di kawasan Jalan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Kamis (5/1/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Menjelang Ramadhan 2026, harga daging ayam potong di Kota Padang mengalami kenaikan signifikan, menyentuh Rp32.000 per kilogram di tingkat pedagang tradisional, Kamis (5/1/2026), dari harga normal sekitar Rp27.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi di sejumlah pasar dan lapak ayam potong, dipicu oleh meningkatnya biaya produksi serta lonjakan permintaan untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pedagang menilai kondisi ini mulai menimbulkan ketidakseimbangan antara kebutuhan institusi dan daya beli masyarakat umum yang mengandalkan pasar tradisional.

Afriyenti (51), pedagang ayam potong di Jalan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, membenarkan adanya kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Harga naik dari Rp27 ribu ke Rp32 ribu per kilogram. Faktornya banyak, mulai dari bibit dan pakan yang mahal. Tapi yang paling cepat membuat harga naik itu karena permintaan dari dapur MBG,” ujar Afriyenti, Kamis (5/2).

Permintaan MBG dan Beban Biaya Pedagang

Meski tidak melayani pesanan program MBG dalam jumlah besar, Afriyenti menyebut dampak kenaikan harga modal dirasakan secara menyeluruh oleh pedagang ayam potong.

Ia menjelaskan, pasokan ayam yang dijualnya saat ini berasal dari Lintau, Kabupaten Tanahdatar, dengan volume penjualan sekitar 1.000 ekor per hari untuk kebutuhan grosir dan eceran.

Menurutnya, kenaikan harga ayam hidup di tingkat peternak serta biaya pakan membuat pedagang tidak memiliki banyak ruang untuk menahan harga jual di pasar.

Pedagang memperkirakan harga ayam potong di angka Rp32.000 per kilogram akan bertahan hingga memasuki bulan Ramadhan.

Kondisi ini dinilai semakin memberatkan pedagang karena seluruh risiko distribusi kini harus ditanggung sendiri tanpa dukungan dari pemasok.

Risiko Distribusi dan Hilangnya Sistem Garansi

Afriyenti mengungkapkan, salah satu kendala utama yang dihadapi pedagang saat ini adalah hilangnya sistem garansi kematian ayam selama proses pengiriman.

“Kendalanya sekarang banyak ayam yang mati di jalan. Dulu kalau ada yang mati, itu ditanggung atau digaransi oleh pemasok. Sekarang tidak ada lagi bantuan seperti itu, jadi kerugian harus kami tanggung sendiri,” katanya.

Tanpa sistem tanggung renteng dari pemasok, margin keuntungan pedagang semakin menipis di tengah kenaikan harga modal dan tekanan permintaan.

Pedagang berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar kebutuhan program pemerintah dapat diselaraskan dengan konsumsi harian masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan strategis, khususnya daging ayam potong, menjelang Ramadhan. (cr3)

Editor : Hendra Efison
#pedagang ayam Kuranji #dampak MBG harga ayam #harga ayam potong di Padang naik