Pendaki ilegal tersebut dihentikan oleh petugas Resort Marapi Singgalang Tandikat yang bekerja sama dengan kepolisian saat mencoba melakukan aktivitas pendakian di kawasan terlarang.
BKSDA Sumatera Barat menegaskan bahwa hingga kini jalur pendakian di TWA Gunung Singgalang masih ditutup dan dinyatakan belum aman untuk aktivitas publik.
Pengawasan Diperketat Pasca Temuan Pendaki Ilegal
BKSDA Sumatera Barat menyampaikan peringatan resmi kepada masyarakat melalui akun Instagram resminya pada Senin (9/2/2026).
Dalam pernyataan tersebut, BKSDA menegaskan bahwa larangan tidak hanya berlaku untuk Gunung Singgalang, tetapi juga Gunung Marapi dan Gunung Tandikat.
“Akses menuju ketiga gunung tersebut masih ditutup secara total. Penutupan ini berlaku hingga waktu belum ditentukan, tergantung pada evaluasi kondisi keamanan di lapangan,” tulis BKSDA Sumatera Barat dalam keterangan resminya.
BKSDA menekankan bahwa setiap upaya pendakian di kawasan tersebut saat ini melanggar ketentuan dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Keselamatan Jadi Alasan Utama Penutupan Akses
Menurut BKSDA Sumatera Barat, penutupan dilakukan semata-mata untuk menjamin keselamatan masyarakat dan pengunjung.
Saat ini, sarana dan prasarana pendukung keselamatan serta fasilitas penunjang wisata di kawasan TWA Gunung Singgalang, Gunung Marapi, dan Gunung Tandikat belum tersedia secara memadai.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pendakian dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa.
BKSDA Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan yang berlaku dan tidak memaksakan diri melakukan pendakian hingga ada pengumuman resmi pembukaan kembali. (CC1)
Editor : Hendra Efison