Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Erupsi Marapi 1.500 Meter Minggu Sore: PVMBG Minta Warga Waspada Lahar

Randi Zulfahli • Minggu, 1 Maret 2026 | 15:56 WIB

Gunung Marapi erupsi 1.500 meter Minggu (1/3/2026) pukul 15.11 WIB. PVMBG larang aktivitas radius 3 km dan imbau waspada lahar.
Gunung Marapi erupsi 1.500 meter Minggu (1/3/2026) pukul 15.11 WIB. PVMBG larang aktivitas radius 3 km dan imbau waspada lahar.
PADEK.JAWAPOS.COM—Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Gunung Marapi, Sumatera Barat, pada Minggu sore (1/3/2026) dengan kolom abu teramati setinggi 1.500 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, tinggi kolom abu tersebut setara sekitar 4.391 meter di atas permukaan laut, menandai erupsi yang terpantau signifikan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ilhamdi Saputra, menyatakan letusan terjadi tepat pukul 15.11 WIB.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke tenggara,” ujar Ilhamdi dalam keterangan tertulisnya, Minggu.

Berdasarkan data teknis yang direkam seismograf, amplitudo maksimum erupsi mencapai 29,8 mm dengan durasi getaran gempa letusan berlangsung sekitar 68 detik, menunjukkan adanya energi vulkanik yang cukup kuat pada saat kejadian.

Merespons erupsi tersebut, pihak PGA segera mengeluarkan rekomendasi keamanan untuk masyarakat, wisatawan, dan pendaki guna meminimalkan risiko yang dapat timbul akibat aktivitas gunung api tersebut.

Seluruh aktivitas dalam radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek, yang menjadi pusat aktivitas Gunung Marapi, dilarang keras sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari otoritas berwenang.

Selain potensi lontaran material erupsi, ancaman lanjutan berupa banjir lahar juga menjadi perhatian serius, terutama bagi warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung dan berpotensi terdampak saat hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah di wilayah terdampak, meliputi Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam, diminta terus memperkuat koordinasi dengan Badan Geologi di Bandung serta Pos Pengamatan Gunung Api di Bukittinggi guna memastikan informasi terkini tersampaikan dengan cepat dan akurat.

Pihak berwenang juga menegaskan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta selalu merujuk pada keterangan resmi pemerintah untuk menghindari kepanikan di tengah masyarakat.

Hingga Minggu sore, pemantauan aktivitas Gunung Marapi masih terus dilakukan secara intensif oleh petugas guna mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan.(*)

Editor : Hendra Efison
#erupsi Marapi 2026 #gunung marapi #pvmbg #Kawah Verbeek