Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Letusan Capai 1.600 Meter

Randi Zulfahli • Senin, 9 Maret 2026 | 10:42 WIB

Gunung Marapi erupsi Senin pagi (9/3/2026) dengan tinggi kolom letusan 1.600 meter.
Gunung Marapi erupsi Senin pagi (9/3/2026) dengan tinggi kolom letusan 1.600 meter.
PADEK.JAWAPOS.COM—Gunung Marapi yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, mengalami erupsi, Senin pagi (9/3/2026).

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Bilal Allegra Munbaits, mencatat aktivitas letusan terjadi pada pukul 08.46 WIB.

"Tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.600 meter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut," ujar Bilal dalam keterangan tertulisnya, Senin.

Abu vulkanik yang keluar tampak berwarna kelabu dengan intensitas yang cukup tebal dan teramati bergerak ke arah timur.

"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 30.1 mm serta durasi selama 33.4 detik," ungkapnya.

Merespons kejadian ini, pihak Pos Pengamatan Gunung Api Marapi mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk keselamatan publik.

Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi serta para pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.

Peringatan khusus juga disampaikan kepada penduduk yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi. Mereka diminta tetap waspada terhadap potensi ancaman lahar dingin atau banjir lahar, terutama ketika memasuki musim penghujan.

Apabila terjadi hujan abu vulkanik di pemukiman warga, masyarakat diimbau segera menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan pada saluran pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pos Pengamatan Gunung Api Marapi juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Publik diminta tidak menyebarkan informasi palsu atau hoaks serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Warga diharapkan senantiasa mengikuti arahan resmi dari Pemerintah Daerah setempat.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam dihimbau untuk terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Koordinasi juga dapat dilakukan langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof. Hazairin Nomor 168, Bukittinggi, untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas Gunung Marapi. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#kolom letusan #erupsi #gunung marapi