Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gunung Marapi Erupsi Sabtu Malam, Dentuman dan Pijaran Terlihat

Randi Zulfahli • Minggu, 15 Maret 2026 | 05:25 WIB

 

Gunung Marapi erupsi Sabtu malam (14/3/2026) pukul 23.29 WIB dengan dentuman keras dan pijaran api. Warga diminta menjauhi radius 3 km dari Kawah Verbeek.
Gunung Marapi erupsi Sabtu malam (14/3/2026) pukul 23.29 WIB dengan dentuman keras dan pijaran api. Warga diminta menjauhi radius 3 km dari Kawah Verbeek.
PADEK.JAWAPOS.COM — Gunung Marapi yang berada di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Sabtu malam (14/3/2026) pukul 23.29 WIB.

Erupsi tersebut disertai suara dentuman keras serta pijaran api yang terlihat dari kawasan puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Asep Antoni, mengatakan aktivitas erupsi tersebut terekam melalui alat seismograf di pos pemantauan.

“Terjadi erupsi dengan durasi 201 detik. Erupsi ini terekam di seismograf pada Sabtu malam,” ujar Asep Antoni dalam keterangan resminya.

Meski demikian, tinggi kolom abu tidak dapat diamati secara visual karena kondisi gelap pada malam hari. Namun, alat pemantauan mencatat amplitudo maksimum mencapai 30,2 milimeter.

Dentuman Keras dan Pijaran Api

Informasi yang dihimpun melalui WhatsApp Group (WAG) Marapi Information menyebutkan sejumlah warga yang tinggal di sekitar kaki gunung sempat mendengar suara dentuman cukup keras saat erupsi terjadi.

Selain suara yang menggelegar, pijaran api juga terlihat menyembur dari kawah puncak gunung ketika aktivitas vulkanik berlangsung.

Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat yang berada di wilayah administratif Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar.

Imbauan Keselamatan bagi Masyarakat

Merespons peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Pos Pengamatan Gunung Api Marapi mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat.

Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki, dilarang memasuki area dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek.

Kedua, warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar dingin, terutama saat musim hujan.

Baca Juga: Drama Bundesliga: Bayern Munich Tahan Leverkusen 1-1 Meski Bermain dengan 9 Pemain

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik

Petugas juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pernapasan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), akibat paparan abu vulkanik.

Selain itu, warga juga dianjurkan menggunakan perlindungan untuk mata dan kulit jika terjadi hujan abu.

Jika terjadi hujan abu vulkanik, masyarakat diminta mengamankan sumber air bersih serta membersihkan atap bangunan dari timbunan abu yang tebal untuk mencegah risiko keruntuhan.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Petugas juga mengingatkan seluruh masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan para pemangku kepentingan untuk tetap menjaga ketenangan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Imbauan tersebut disampaikan agar situasi di tengah masyarakat tetap kondusif di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Marapi.(*)

Editor : Hendra Efison
#aktivitas vulkanik marapi #Gunung Marapi Erupsi #Pos PGA Marapi #Kawah Verbeek