Kasir Habisi Nyawa Pramusaji

Jajaran Polres Bukittinggi ketika meringkus tersangka pembunuh rekan kerjanya. (IST)

Perseteruan sesama pegawai rumah makan berujung maut terjadi di Kota Bukittinggi. Fauzan yang bertugas di bagian kasir, nekat menghabisi nyawa Aswin, pramusaji. Korban dibunuh menggunakan sebilah parang, Senin (30/3) malam.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso didampingi Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution membenarkan peristiwa itu. Pelaku berhasil diamankan di Jalan Lintas Bukittinggi-Medan, Selasa (31/3).

“Kasus ini bermula dari perseteruan kedua belah pihak. Korban sering melawan pelaku saat bekerja di rumah makan. Pelaku semakin kesal karena nasehatnya agar korban melayani pelanggan dengan ramah tidak dihiraukan. Korban dan pelaku sepakat untuk berduel di jalan Bypass, dekat Kantor MUI Bukittinggi,” beber Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso saat menggelar jumpa pers di Aula Mapolres Bukittinggi, kemarin.

Menurut keterangan tersangka, jelas AKBP Iman, korban sebelumnya sering mengajak tersangka berkelahi. Sama-sama punya nyali, keduanya sepakat berjalan kaki dari rumah makan menuju TKP. “Tersangka diam-diam mengambil sebilah parang dan memasukkannya ke karung goni. Senjata tajam itu disimpan di balik punggung bajunya. Tersangka berjalan duluan ke TKP dan disusul oleh korban,” sambung AKBP Iman.

Setelah duluan sampai di lokasi yang disepakati, tersangka malah bersembunyi di semak-semak mengintai korban. Melihat korban berjalan kaki sendiri, tersangka langsung mengayunkan parang tersebut ke bagian kepala korban sebanyak dua kali. “Korban sempat menangkis parang itu dengan tangannya namun terjatuh. Setelah korban tergeletak di tanah, tersangka kembali memukulkan parangnya ke kepala korban dua kali lagi. Korban terkapar bersimbah darah dan meninggal dunia di lokasi,” jelasnya.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, tersangka kemudian meninggalkan parang serta karung goni itu di dekat tubuh korban. Tersangka kemudian berlari meninggalkan lokasi kejadian. “Tidak sampai satu kali 24 jam, tersangka berhasil diamankan jajaran Opsnal Reskrim Polres Bukittinggi di jalan lintas Bukittinggi-Medan,” kata Kapolres.

Diwawancara terpisah, Kasat Reskrim AKP Chairul Amri Nasution menyebut korban dan pelaku sama-sama berasal dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bahkan tinggal di desa dan kecamatan yang sama. “Tersangka berusia 21 tahun, sedangkan korban berusia 25 tahun. Keduanya bekerja di rumah makan yang sama. Korban bertugas menghidangkan makanan, sedangkan pelaku bertugas di bagian kasir,” jelasnya.

Jasad korban yang ditemukan polisi dalam keadaan berlumuran darah dan dibawa ke RS Bhayangkara Padang untuk diautopsi. Sementara pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Bukittinggi. “Pelaku dijerat dengan Pasal 338 Jo 340 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (ryp/stg)