Aplikasi Simitra Dikenalkan ke Pelaku UMKM

102
Kepala DPMPTSP Sumbar Adib Alfikri menyerahkan cinderamata kepada narasumber bimtek aplikasi Simitra di Grand Royal Denai Hotel, Bukittinggi, Kamis (30/6). (RIFA YANAS/PADEK)

Guna pengembangan dan peningkatan iklim dunia usaha berbasis digital, sedikitnya 100 pelaku UMKM menjalani bimbingan teknis Sistem Informasi Kemitraan Usaha (Simitra).

Program ini digelar di Grand Royal Denai Hotel, Bukittinggi, selama dua hari, dimulai Kamis (30/6) kemarin, dan berakhir hari ini, Jumat (1/7).

Ketua Pelaksana, Murni Kurniati dalam laporannya menyebut peserta bintek berasal dari Kota Bukittinggi, Payakumbuh, Padangpanjang dan Kabupaten Agam.

Sementara narasumber didatangkan dari Dinas Penanaman Modal PTSP Sumbar, Diakominfotik Sumbar, Ketua Forum CSR Sumbar, dan Kiciks Muslimah.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan dan memperkokoh antara pelaku usaha besar dengan pelaku UMKM,” harapnya.

Kedua pihak, diharapkan Murni agar bisa membangun komunikasi dan kerjasama, serta bermitra dalam sebuah aplikasi.

“Ini tentunya dapat menciptakan daya saing usaha dan meningkatkan iklim investasi di Sumbar, sehingga berujung pada kemajuan perekonomian daerah,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar, Adib Alfikri yang membuka acara menyebut UMKM memiliki potensi besar dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

“Permasalahan klasik masih dihadapi oleh pelaku UMKM. Diantaranya kesulitan akses permodalan, pasar, teknologi informasi, rendahnya SDM, kelembagaan yang belum optimal, hingga iklim usaha yang belum berpihak,” sebutnya.

Baca Juga:  Capaska Jalani Tantingan di Desa Bahagia

Sebagai perwujudan RPJMD Sumbar 2021-2026 dengan program unggulan mencetak seratus ribu milenial entrepeneur, woman entrepeneur dan pelaku ekonomi kreatif, DPMPTSP dan Diskominfotik Sumbar melahirkan sebuah inovasi berupa penyediaan aplikasi uang memfasilitasi kemitraan antara pelaku usaha UMKM.

Aplikasi bernama Simitra ini akan memberi kemudahan kepada pelaku usaha mikro kecil untuk mendapatkan mitra pemasaran, bahan baku, modal serta pengembangan peluang bisnis. Prinsipnya saling memerlukan, memperkuat, dan saling menguntungkan,” jelasnya.

Pemberdyaan dan pengembangan UMKM melalui kemitraan digital, kata Adib, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“UMKM perlu dikembangkan agar tangguh dan berdaya saing, mandiri dan berkembang sehingga perekonomian daerah semakin kokoh,” tegasnya.

Menurut Adib, kemitraan akan berjalan baik jika sesama yang bermitra sama-sama memperoleh manfaat. Walau dalam jangka pendek, ada yang menerima manfaat lebih besar dari yang lain, nantinya ini proses menuju kemitraan ideal.

“Persoalan klasik UMKM adalah permodalan. Semoga perusahaan besar di Sumbar melalui CSR berkomitmen membantu pengembangan kapasitas UMKM,” harapnya.(ryp)