Rumah dan Depot Air Minum Ludes, Pemilik Kehilangan Mata Pencarian

13
LUDES TERBAKAR: Kondisi rumah Amdul Hamid pascakebakaran Selasa (30/11) dini hari. Tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan saat kejadian itu.(IST)

Malang bagi Amdul Hamid, 53. Rumah dan tempat usaha depot air minum isi ulang miliknya di Panorama Baru, Kecamatan Mandi Angin Koto Selayan (MKS) ludes terbakar, Selasa (30/11) dini hari.

Kini tidak ada lagi yang tersisa, rumah dan tempat untuk mencari nafkah sudah rata dengan tanah. Bahkan tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan termasuk dua unit motor juga hangus terbakar.

“Menurut saksi, kejadian ini berawal dari terbakarnya kandang bunga pada pukul 03.45. Sekitar pukul 04.00 kami tim Damkar Bukittinggi dapat laporan dan langsung terjun ke lokasi,” kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Bukittinggi, Susilo, kepada wartawan, kemarin.

Ia mengatakan api cepat menyebar, melahap isi rumah dan juga depot air minum isi ulang yang ada di sebelah rumah. Enam armada pemadam dari Bukittinggi dibantu dua unit Damkar Kabupaten Agam, berjibaku memadamkan api.

“Tidak ada korban jiwa dari kejadian itu. Namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 600 juta,” pungkasnya.

Ia mendetail nilai bangunan Rp 300 juta. Barang berharga lainnya jika ditotal berkisar Rp 80 juta dan sepeda motor Rp 3,5 juta serta dagangan berupa bunga lebih kurang Rp 20 juta dan kerugian depot air minum lebih kurang Rp 25 juta.

Baca Juga:  Ilham Randy, Pengusaha Muda Kandidat Kuat Caketum Hipmi Bukittinggi

“Rumah dengan ukuran 10×12 meter dan kios 4 x 4 meter cepat habis terbakar, sehingga tidak ada yang bisa diselamatkan,” sebutnya.

Ia menambahkan, untuk sementara korban menumpang di rumah kerabatnya.
Ia mengimbau warga Bukittinggi selalu waspada dan berhati-hati serta melakukan langkah antisipasi musibah kebakaran dengan memeriksa peralatan rumah tangga dan aliran listrik.

“Tetap waspada, saat ini kondisi cuaca juga cerah dan berangin diharapkan warga selalu berhati-hati, musibah kebakaran seperti pasar dan rumah warga terjadi beberapa hari terakhir di Bukittinggi,” pungkasnya. (rid)