Gaungkan New Normal, Insan Pariwisata di Bukittinggi Turun ke Jalan

32
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. (Foto-Dok.Padek)

Insan pariwisata Kota Bukittinggi ikut berpartisipasi mensosialisasikan Bukittinggi new normal. Kegiatan ini, dilakukan dengan orasi keliling kota dengan membawa spanduk Bukittinggi memasuki new normal, Senin (1/6).

Hendri, selaku koordinator kegiatan insan pariwisata Bukittinggi, mengapresiasi keberanian Pemko Bukittinggi untuk keluar dari PSBB Sumatra Barat. Keputusan ini tentu akan membuat ekonomi warga terutama bidang kepariwisataan dapat menggelait kembali.

“Terima kasih kepada Pemko yang berani keluar dari PSBB. Ini memberikan gairah kembali para insan pariwisata. Namun demikian, kami tetap anggap ini uji coba, terutama kami akan coba menjadi kepanjangan tangan pemko untuk memberi tahu pengunjung aga tetap patuhi aturan pencegahan covid-19,” jelas Hendri.

Insan pariwisata komit untuk mensosialisasikan kepada pengunjung untuk tetap berlakukan standar pencegahan covid-19. Sehingga setiap pengunjung diberikan pemahaman untuk tetap gunakan masker, rajin cuci tangan, jaga kebersihan dan kesehatan.

Kadisparpora Bukittinggi, Supadria menyampaikan apresiasi terhadap insan pariwisata yang ikut membantu sosialisasi Bukittinggi new normal. Pemko dalam memberlakukan standar new normal, sudah membuat aturan melalui surat edaran.

“Di antaranya, untuk masuk Bukittinggi wajib pakai masker. Masuk hotel, pengelola harus bisa pastikan hotelnya bersih, aman dan higienis. Karyawan hotel harus di swab, kerja sama dengan PHRI. Karyawan dan pengunjung wajib pakai masker. Pengunjung hotel dan restoran, untuk sementara diberlakukan maksimal 50 persen. Cek suhu tubuh. Jika di atas 37,3°C, pengunjung tidak diizinkan masuk objek wisata dan menginap di hotel,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias saat melepas orasi Insan Pariwisata itu, juga mengapresiasi upaya dari para pengiat kepariwisataan Bukittinggi. Wako meminta insan pariwisata tetap menjaga dan menjalankan aturan standar pencegahan covid-19.

“Kita tidak boleh larut dengan covid-19. Kita harus pikirkan juga ekonomi masyarakat. Kita tegaskan keluar PSBB, namun kita harus tetap jalankan aturan pencegahan covid-19. Insan pariwisata kami harap bisa membantu untuk mensosialisasikan kepada pengunjung tetap berlakukan standar pencegahan covid-19,” tegasnya. (p)