Kasus Pengendara Moge Keroyok TNI, Polisi Tetapkan 1 Tersangka Baru

115
Klub Motor Gede (moge) Harley-davidson Owner Grup (HOG) Siliwangi Bandung Chapter terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian Bukittinggi karena kasus penganiayaan terhadap anggota TNI yang viral di media sosial. (IST)

Polisi kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus pengeroyokan dua prajurit TNI Kodim 0304/Agam oleh kawanan riders motor gede (moge) yang tergabung dalan Harley Owners Group (HOG) di Kota Bukittinggi.

Usai melalui serangkaian gelar perkara, polisi menetapkan tambahan satu tersangka lagi berinisial TR, 33, asal Garut, Jawa Barat. ”Hari ini (kemarin, red) bertambah satu tersangka atas nama TR dari anggota HOG Siliwangi Bandung Chapter. Sehingga, total tersangka yang ditahan saat ini menjadi lima orang,” kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara didampingi Kasat Reskrim, AKP Chairul Amri Nasution, Senin (2/11).

Penetapan tersangka baru itu sambungnya, berdasarkan hasil gelar perkara dan pemeriksaan alat bukti yang dilakukan penyidik. Keterlibatan TR diketahui sempat mendorong korban hingga terjatuh saat penganiayaan tersebut terjadi. ”Hal itu dikuatkan dengan rekaman video dan keterangan sejumlah saksi di lokasi saat kejadian,” jelasnya.

Dengan penambahan tersebut maka total sudah ada lima anggota moge HOG Siliwangi Bandung Chapter yang dijadikan polisi sebagai tersangka sejauh ini. TR menjadi tersangka kelima, sementara status tersangka B, MS, HS dan JAD sudah lebih dulu ditetapkan penyidik. Mereka disangkakan Pasal 170 KUHP terkait dugaan pengeroyokan di depan umum.

Mencuatnya insiden itu ke muka publik bermula dari sebuah video yang viral di lini masa. Keonaran itu disebut-sebut terjadi di kawasan Simpang Tarok, Kelurahan Tarok Dipo, Bukittinggi, Jumat (30/10), sekitar pukul 16.40.

Baca Juga:  MTQ Tingkat Kota Bukittinggi ke-40 Digelar 21 Mei, Ini Cabang Lombanya

Korban merupakan dua Anggota Unit Intel Kodim 0304/Agam berpangkat Serda yakni Mistari dan M Yusuf. Sementara terduga pengeroyokan merupakan rombongan pengendara motor Harley Davidson.

Diberitakan sebelumnya, aksi penganiayaan bermula dari rombongan penunggang moge HOG Siliwangi Bandung Chapter yang rencananya menempuh roadshow bertajuk Low Way Up Sumatera Island. Konvoi moge beserta dua anggota Intel TNI sama-sama melintas di Jalan Dr Hamka Kota Bukittinggi.

Kedua prajurit yang berboncengan ini sebelumnya sudah menepikan sepeda motor. Setelah rombongan utama moge berlalu, kendaraan Serda Mistari dan M Yusuf pun kembali masuk jalur. Masalah mengundang dari rombongan terpisah moge HOG Siliwangi Bandung Chapter.

Rombongan yang datang belakangan ini tiba-tiba menyalip dan menggeberkan gasnya ke arah sepeda motor dua Anggota TNI itu, hingga mereka oleng dan hampir jatuh dari kendaraan yang ditumpanginya. Cekcok mulut pun terjadi dan berakhir dengan aksi pemukulan oleh penunggang moge. Polisi dan beberapa warga terlihat dari rekaman video yang beredar, berupaya melerai aksi itu.

Akibatnya, dua prajurit tersebut mengalami luka lebam dan memar di bagian bibir, leher, perut hingga kepala. Kasus itu pun berlanjut ke pelaporan polisi yang dibuat oleh kedua TNI tersebut selaku korban ke Polres Bukittinggi.(p)