Sandiaga Uno Bertandang ke Bukittinggi! Ini Kata Menparekraf!

26

Disambut di Wali Kota Bukittinggi Erman Safar di rumah dinas Belakangbalok, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreati (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bertandang ke Kota Bukittinggi, pada Selasa (5/7) malam.

“Saya kalau ke Bukittinggi, kepikiran kulinernya, makan nasi kapau. Selain jam gadang, kuliner menjadi potensi astronomi kita,” kata Sandi dalam sambutannya.

Sandi mendapat sambutan hangat dari jajaran pemerintahan dan pelaku ekonomi kreatif setempat. Kunjungan tersebut dalam rangka Workshop Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia. Kota Bukittinggi merupakan lokasi ke-19 dari rangkaian program Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia tahun 2022.

Untuk memajukan potensi yang dimiliki Kota Bukittinggi, Sandi menitipkan tiga hal yaitu inovasi meliputi amati, tiru dan modifikasi, kedua digitalisasi dan ketiga kolaborasi.

Kota Bukittinggi memiliki potensi besar pada sektor ekonomi kreatif yaitu pada subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai peluang pengembangan usaha oleh pelaku ekraf. Dengan bekal kreativitas dan inovasi, pelaku ekraf (ekraf) dapat memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Pada subsektor kuliner memiliki ragam olahan makanan di antaranya nasi kapau, itiak lado mudo, ampiang dadiah, dan kopi kawa daun. Selain itu Kota Bukittinggi juga memiliki beberapa potensi kriya yang memiliki cerita sejarah tersendiri seperti bordiran kerancang dan juga sulam ampek angkek.

Hasil dari kerajinan kriya kerap kali di manfaatkan oleh pelaku subsektor fesyen untuk dipadupadankan menjadi sebuah busana sederhana dan dapat dipakai dalam aktivitas sehari-hari maupun mengikuti ajang bergengsi.

Workshop tersebut diselenggarakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi. Adapun peserta yang dapat mengikuti kegiatan workshop adalah pelaku ekonomi kreatif yang berada di Kota Bukittinggi dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Mereka terbagi atas pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, fesyen, dan kriya.

Baca Juga:  Pemko Bukittinggi Bantu 11 Kelompok Tani Alsintan!

Kepada awak media, Sandi menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif saat ini tidak bisa dibiarkan seperti sebelum pandemi, karena harus terinovasi dan teradaptasi dengan digitalisasi. Karena itu, Workshop KATA Kreatif di Bukit Tinggi memfasilitasi pelatihan digital marketing seperti pembuatan konten, agar produk yang dipasarkan lebih menarik saat dipromosikan terutama di kanal media sosial.

“Berdasarkan data, analisa kami, produk UMKM yang sudah di-endorse secara digital oleh pak wali dan saya mengalami peningkatan penjualan 35 sampai 45 persen,” tambah Sandi.

Untuk dapat mengikuti workshop pelaku ekraf wajib mendaftarkan diri melalui website katakreatifindonesia.com dan melampirkan bukti surat keterangan sudah mejalankan usaha selama minimal enam bulan dari pemerintah setempat.

Pendaftaran melalui website ini merupakan bagian dari strategi inovasi penggunaan teknologi big data untuk menggarap dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui penyelenggaraan workshop ini, diharapkan juga dapat mengakselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Bukittinggi.

Kemenparekraf/Baparekraf juga terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif secara lebih komprehensif di Kota Bukittinggi dengan mengikuti rangkaian kegiatan Penilai Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sehingga subsektor ekraf unggulan dapat terpetakan agar lebih fokus dan terarah dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Dalam kesempatan itu, Sandi tampak didampingi oleh Wali Kota Bukittinggi Erman Safar. Tidak hanya itu, Ogiv Ghifari hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman, memberi materi pembelajaran terkait optimalisasi sumber daya manusia dan pemasaran di Kota Bukittinggi.

Dengan terlaksananya workshop di Kota Bukittinggi ini diharapkan para pelaku usaha ekraf dapat meningkatkan kapasitas yang telah dimiliki sehingga dapat bersaing dan dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. (ryp)