Polisi Sekat 11 Titik Strategis di Kota Bukittinggi Sampai Jam 20.00 

15
Wakapolres Bukittinggi Kompol Sukur Hendri Saputra.(IST)

Kepolisian melakukan penyekatan di 11 titik akses jalur keluar masuk Kota Bukittinggi yang telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sejumlah aparat tampak bersiaga di posko-posko tersebut, Rabu (7/7).

Wakapolres Bukittinggi Kompol Sukur Hendri Saputra yang meninjau langsung suasana lalu lintas di kawasan Simpang Jambu Air menuturkan, pihaknya tetap mengizinkan mobilitas beberapa kendaraan dengan prioritas kebutuhan masyarakat.

”Kita menyosialisasikan kegiatan PPKM ini di hari-hari pertama, kita minta warga disiplin mengikuti aturan yang telah disepakati, penyekatan lalu lintas dilakukan sejak pagi dan waktunya akan disesuaikan,” kata mantan Kasat Lantas Polresta Padang itu.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bukittinggi AKP Ghanda Novidiningrat mengatakan, terdapat 11 tempat penyekatan yang dilakukan untuk membatasi keluar masuk kendaraan.
”Ada 11 lokasi penyekatan lalu lintas yang kita lakukan, mulai dari Simpang Atas Ngarai, Simpang Petak IKABE, Simpang Taluak Aur Atas, Simpang Jambuair,” katanya.


Selanjutnya penyekatan juga dilakukan di simpang sebelum fly over, Simpang Pos polisi Aurkuning, Simpang Istana Mie, Simpang BMW 2000, Simpang Suraugadang, Simpang Taman Gadut, dan Simpang Gadut (Budiman Swalayan).

Baca Juga:  Kantor Nagari Duokoto Ditutup, Seorang Perangkat Terpapar Covid-19

Kasatlantas mengatakan, penyekatan ini dilakukan hingga pukul 20.00 untuk selanjutnya dipelajari dan dievaluasi lagi hasil dari penyekatan di Kota Bukittinggi. ”Kita melakukan penyekatan secepatnya, jalur keluar masuk terpenting ada di perbatasan Bukittinggi-Padangpanjang, Bukittinggi-Payakumbuh dan Bukittinggi-Pasaman Timur,” kata Kasatlantas. (ryp)