Shalat di Masjid Harus Patuhi Prokes

7
Wali Kota Bukittinggi Erman Safar.(NET)

Pemerintah Kota Bukittinggi resmi melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak 6 hingga 20 Juli mendatang. Namun, khusus untuk aturan terkait pelaksanaan ibadah di masjid, Pemko Bukittinggi memberikan kelonggaran.

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menjelaskan, memang untuk aturan PPKM di Bukittinggi mengacu seluruhnya sesuai Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021. Namun, setelah melakukan pembicaraan mendalam dengan pihak terkait. Untuk poin aturan ibadah di masjid, diputuskan ada perubahan.

”Alhamdulillah kita rapat bersama Forkopimda Sumatera Barat dan 4 kota terdampak PPKM mikro yang ditentukan oleh menteri kesehatan yang dituangkan dalam ini Mendagri Nomor 17 Tahun 2021, bahwa telah disepakati untuk khusus poin penyelenggaraan kegiatan bersifat keagamaan diperbolehkan dengan catatan pengetatan protokol kesehatan di tempat-tempat sarana peribadatan,” jelas Erman Safar, Kamis (8/7).

Wako menekankan, warga Bukittinggi selama PPKM ini tetap boleh melaksanakan ibadah di masjid. Namun, tetap diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, pihak masjid juga tetap diimbau agar memfasilitasi penunjang pengetatan protokol kesehatan. (ryp)